Harga pangan Indonesia bergerak, cabai keriting menembus Rp105.600 per kg

Harga pangan Indonesia bergerak, cabai keriting menembus Rp105.600 per kg
Cabai Keriting Melonjak Tajam

Pergerakan harga pangan nasional pada Selasa, 3 November 2026, menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas utama di tengah penurunan pada beberapa jenis cabai dan beras. Lonjakan paling menonjol terjadi pada cabai merah keriting, sementara bawang merah dan bawang putih juga mencatat kenaikan berdasarkan pemantauan harian.

Sorotan

  • Cabai merah keriting melonjak 24,09 persen menjadi Rp105.600 per kg, sementara cabai merah besar turun 25,09 persen menjadi Rp54.500 per kg pada awal November.
  • Harga bawang merah naik 9,96 persen menjadi Rp40.850 per kg dan bawang putih naik 2,74 persen menjadi Rp39.350 per kg menurut data Bank Indonesia.
  • Harga beras kualitas bawah I naik 3,01 persen menjadi Rp15.490 per kg, tetapi beras super II turun 2,01 persen menjadi Rp17.100 per kg, memperlihatkan pergerakan harga bervariasi.

Pergerakan harga komoditas pada awal November

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia menunjukkan bawang merah naik 9,96 persen menjadi Rp40.850 per kg dan bawang putih naik 2,74 persen menjadi Rp39.350 per kg.

Pada kelompok beras, harga beras kualitas bawah I naik 3,01 persen menjadi Rp15.490 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II naik 2,7 persen menjadi Rp15.200 per kg. Harga beras medium I tercatat tetap di Rp16.650 per kg, sementara beras medium II turun 1,22 persen menjadi Rp16.250 per kg.

Untuk beras kualitas super, harga super I turun 1,39 persen menjadi Rp17.750 per kg dan super II turun 2,01 persen menjadi Rp17.100 per kg.

Dampak pada pasokan dan belanja konsumen

Pada kelompok cabai, pergerakan harga terlihat lebih tajam. Cabai merah besar turun 25,09 persen menjadi Rp54.500 per kg, tetapi cabai merah keriting melonjak 24,09 persen menjadi Rp105.600 per kg.

Cabai rawit hijau turun 3,51 persen menjadi Rp76.900 per kg, sedangkan cabai rawit merah naik 3,79 persen menjadi Rp104.150 per kg. Kenaikan pada sejumlah komoditas hortikultura ini menjaga tekanan belanja rumah tangga, meski sebagian penurunan harga pada jenis cabai lain dan beras memberi penyangga terbatas.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah ke Rp17.938 per dolar AS, kami mencatat tekanan datang dari eskalasi risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasokan energi dan biaya pengangkutan. Artikel itu juga menyoroti inflasi September yang lebih tinggi dari perkiraan, yang memperkuat sikap hati-hati pasar dan menambah volatilitas pada aset berisiko, termasuk rupiah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.