Pergerakan harga emas batangan PT Antam Tbk pada Sabtu menunjukkan penurunan pada harga jual dan buyback di tengah acuan transaksi di Butik Emas Logam Mulia Graha Dipta, Jakarta. Harga emas turun Rp20.000 menjadi Rp2.545.000 per gram, sementara harga buyback juga turun Rp20.000 menjadi Rp2.350.000 per gram.
Sorotan
- Harga emas Antam di Graha Dipta Jakarta turun dari Rp2.565.000 menjadi Rp2.545.000 per gram pada Sabtu, 7 November 2026.
- Harga buyback emas Antam turun dari Rp2.370.000 menjadi Rp2.350.000 per gram, mempersempit potensi realisasi bagi investor ritel.
- PPN tidak dipungut sesuai PP 49/2022, sedangkan PPh 22 tetap berlaku dengan tarif 0,25 persen berdasarkan PMK 48/2023.
Perubahan harga dan ketentuan transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga emas Antam yang berlaku untuk pengambilan di Butik Emas Logam Mulia Graha Dipta, Jakarta, turun dari Rp2.565.000 per gram menjadi Rp2.545.000 per gram pada Sabtu, 7 November 2026. Pada saat yang sama, harga buyback, yaitu nilai yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan, turun dari Rp2.370.000 menjadi Rp2.350.000 per gram.Saat ini, PPN tidak dipungut sesuai PP Nomor 49 Tahun 2022. Nilai PPN juga tidak diperhitungkan dalam grand total transaksi.
Ketentuan perpajakan itu mengacu pada PMK Nomor 48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen, sesuai ketentuan yang berlaku. PT Antam Tbk sebagai penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22.
Dampak bagi pembeli dan pemegang emas
Penurunan serentak pada harga jual dan buyback menunjukkan pelemahan nilai transaksi harian emas batangan bagi pembeli baru maupun pemegang emas yang ingin melepas kepemilikannya. Selisih antara harga jual dan buyback tetap menjadi faktor penting yang diperhatikan investor ritel dalam menghitung potensi nilai realisasi.Dengan acuan harga dari laman resmi Logam Mulia, perubahan ini juga menjadi referensi utama bagi konsumen yang bertransaksi di jaringan resmi Antam. Bagi pasar logam mulia domestik, penyesuaian harian seperti ini mencerminkan dinamika harga yang langsung memengaruhi keputusan beli dan jual di tingkat ritel.
Prospek laba industri pergadaian menjelang akhir 2026 menjadi fokus ulasan kami sebelumnya, dengan catatan bahwa kinerja sektor ini sangat dipengaruhi pergerakan harga emas, biaya pendanaan, dan permintaan pembiayaan. Kami juga menyoroti bahwa lonjakan laba hingga Agustus 2026 banyak ditopang dominasi segmen gadai emas, seiring porsi emas yang besar dalam portofolio jaminan serta strategi pelaku usaha melalui digitalisasi layanan dan peningkatan produktivitas cabang.
Berita Gold Terbaru
- Forex
- Crypto