BSI siapkan rights issue Rp 3,4 triliun untuk perkuat modal dan pembiayaan

BSI siapkan rights issue Rp 3,4 triliun untuk perkuat modal dan pembiayaan
BSI rights issue besar

PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjadwalkan rapat pemegang saham luar biasa pada 6 November 2026 untuk meminta persetujuan rights issue sebagai bagian dari penguatan permodalan. Aksi korporasi ini dirancang menopang kapasitas penyaluran pembiayaan dan berpotensi menimbulkan dilusi maksimal 12,85% bagi pemegang saham yang tidak mengambil haknya.

Sorotan

  • BSI akan menggelar RUPSLB pada 6 November 2026 untuk meminta persetujuan rights issue senilai maksimal Rp 3,4 triliun melalui penerbitan 6,8 miliar saham baru.
  • Rights issue ini dapat menyebabkan dilusi maksimal 12,85% bagi investor yang tidak mengambil haknya, dengan aksi korporasi ditargetkan rampung kuartal I-2027.
  • Penambahan modal bertujuan memperkuat permodalan dan meningkatkan kapasitas pembiayaan BSI guna ekspansi bisnis di sektor perbankan syariah.

Jadwal RUPSLB dan rencana penerbitan saham

Seperti dilaporkan KONTAN, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2026, perseroan mengagendakan persetujuan PMHMETD II sebagai satu-satunya mata acara dalam RUPSLB yang digelar pada Jumat, 6 November 2026 pukul 10.00 WIB. Rapat berlangsung secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System Kustodian Sentral Efek Indonesia, eASY.KSEI.

Manajemen BSI menyatakan penambahan modal disetor akan dilakukan melalui penerbitan saham baru dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu, sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu ditujukan untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan guna mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan atau saldo rekening efek di penitipan kolektif KSEI per 14 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB. Pemegang saham juga dapat memberikan kuasa dan menentukan pilihan suara melalui eASY.KSEI hingga Kamis, 5 November 2026 pukul 12.00 WIB.

Dampak bagi investor dan ekspansi pembiayaan

BSI sebelumnya menyampaikan rencana PMHMETD II dengan potensi dilusi maksimal 12,85%. Risiko dilusi itu berlaku bagi investor yang tidak melaksanakan hak pemesanan sesuai porsi kepemilikannya ketika saham baru diterbitkan.

Perseroan menargetkan aksi korporasi ini rampung pada kuartal I-2027. Total saham baru yang direncanakan terbit mencapai 6,8 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham, sehingga nilai maksimal penerbitannya mencapai Rp 3,4 triliun.

Saham baru tersebut akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan saham Seri B lainnya, termasuk hak atas dividen. Tambahan modal ini memperluas ruang BSI untuk menopang ekspansi pembiayaan di tengah kebutuhan penguatan struktur modal sektor perbankan syariah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target transaksi BSI International Expo 2026, kami mengulas langkah BSI mengubah fokus acara untuk memperbesar transaksi produk lokal di pasar domestik dengan target Rp 4 triliun. Pameran pada 23–25 Oktober 2026 itu menghadirkan ratusan tenant industri halal serta Business Hub untuk mempertemukan UMKM dengan konsumen dan mitra bisnis, sambil tetap membuka peluang jejaring ke pasar internasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.