CIMB Niaga tegaskan belum ada proposal final perubahan kepemilikan saham
Volatilitas saham PT Bank CIMB Niaga Tbk mendorong perseroan memberi klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia mengenai isu perubahan kepemilikan dan potensi aksi korporasi. Bank menyatakan belum ada keputusan maupun proposal formal dan final dari pemegang saham utama dan pengendali, serta tidak melihat fakta material yang belum diungkap ke publik.
Sorotan
- CIMB Niaga menegaskan belum ada proposal final atau keputusan perubahan kepemilikan saham maupun rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.
- Perusahaan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau aktivitas material yang belum diungkapkan, merespons surat klarifikasi Bursa Efek Indonesia 22 Oktober 2026.
- Saham BNGA ditutup di Rp1.610 per saham pada 26 Oktober 2026, turun 2,42% harian, naik 10,27% sepekan, namun melemah 10,06% year to date.
Klarifikasi emiten atas volatilitas saham
Menurut Kontan, mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, CIMB Niaga menyebut permintaan penjelasan bursa muncul setelah transaksi saham BNGA bergerak bergejolak. Dalam tanggapan yang ditandatangani Corporate Secretary Office Head Dwi Dewo S pada Senin, 26 Oktober 2026, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.Klarifikasi itu merupakan respons atas surat BEI nomor S-13333/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Terkait pemegang saham utama dan pengendali, manajemen menyatakan hingga kini belum terdapat keputusan maupun proposal formal dan final mengenai perubahan kepemilikan saham perusahaan. Perseroan juga menambahkan pemegang saham utama dan pengendali tetap berkomitmen terhadap operasional CIMB Niaga di Indonesia serta akan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam penjelasan yang sama, CIMB Niaga menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk langkah yang dapat berdampak pada pencatatan saham perusahaan di bursa. Untuk tiga bulan ke depan sejak tanggapan itu disampaikan, perseroan juga menyebut tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu yang perlu diungkapkan kepada publik.
Dampak terhadap perdagangan dan sentimen pasar
Meski telah memberi klarifikasi, CIMB Niaga tidak merinci faktor spesifik yang menyebabkan pergerakan saham BNGA berfluktuasi. Penegasan bahwa tidak ada informasi penting lain yang belum diungkapkan menunjukkan perseroan berupaya meredam spekulasi pasar terkait isu delisting maupun perubahan struktur kepemilikan.Pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, saham BNGA berakhir di level Rp1.610 per saham, turun 2,42%. Namun dalam sepekan terakhir saham ini masih naik 10,27%, sementara secara year to date tercatat melemah 10,06%.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang klarifikasi Krom Bank (BBSI) atas volatilitas saham, manajemen menyampaikan kepada BEI bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang belum dipublikasikan yang dapat memengaruhi harga maupun keputusan investasi. Perusahaan juga menegaskan belum ada rencana aksi korporasi serta tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu atau rencana perubahan kepemilikan setidaknya dalam tiga bulan ke depan.
Berita Trading Terbaru
- Forex
- Crypto