KAI didesak percepat pengadaan KRL baru saat 1.088 gerbong berusia di atas 30 tahun
Tekanan pada layanan komuter di Jakarta terus meningkat ketika armada kereta rel listrik yang menua belum sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan penumpang. Kementerian Perhubungan menyatakan 1.088 gerbong KRL telah berusia di atas 30 tahun dan mendorong percepatan pengadaan rangkaian baru untuk pembaruan armada serta tambahan kapasitas.
Sorotan
- Sebanyak 1.088 gerbong KRL (90-100 trainset) berusia di atas 30 tahun per akhir 2025, memicu desakan percepatan pengadaan armada baru.
- Pemerintah menugaskan PT Kereta Api Indonesia merealisasikan 35 trainset sejak 2023 melalui opsi impor atau produksi lokal untuk peremajaan dan peningkatan kapasitas.
- Keterbatasan armada tua meningkatkan risiko kepadatan penumpang pada jam sibuk, menekan keandalan layanan dan mendesak pembaruan sarana transportasi publik.
Desakan percepatan pengadaan armada
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Kementerian Perhubungan mencatat 1.088 gerbong KRL, setara sekitar 90 hingga 100 trainset, telah berusia lebih dari 30 tahun berdasarkan data hingga akhir 2025. Kondisi itu mendorong pemerintah meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera merealisasikan pengadaan 35 trainset yang telah ditugaskan sejak 2023.Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan armada KRL yang tersedia saat ini belum mampu mengimbangi tingginya kebutuhan angkutan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Ia menjelaskan satu trainset KRL terdiri atas delapan hingga 10 gerbong, sehingga jumlah armada tua yang tercatat menunjukkan kebutuhan peremajaan yang besar.
Pemerintah juga membuka opsi pengadaan kereta baru melalui impor maupun produksi dalam negeri. Langkah ini diarahkan untuk menggantikan armada tua sekaligus menambah kapasitas layanan komuter.
Dampak pada kapasitas dan kepadatan penumpang
Keterbatasan armada dinilai berpotensi meningkatkan kepadatan penumpang, baik di stasiun maupun di dalam kereta. Tekanan kapasitas paling terasa pada hari kerja ketika masyarakat menggunakan KRL untuk berangkat dan pulang beraktivitas.Bagi sektor transportasi publik perkotaan, percepatan pengadaan menjadi penting untuk menjaga keandalan layanan dan menahan risiko penumpukan penumpang. Data armada berusia tua itu juga menegaskan bahwa pembaruan sarana tidak hanya terkait usia teknis kereta, tetapi juga kebutuhan menyesuaikan pasokan layanan dengan permintaan komuter yang terus tinggi.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang Perpres 41/2026 mengenai Penguatan Logistik Nasional, kami membahas mandat pemerintah untuk mempercepat transformasi logistik agar biaya logistik turun bertahap dari 14,29% PDB (2022) menuju target 8%. Kebijakan ini menekankan penguatan konektivitas dan infrastruktur backbone, integrasi serta digitalisasi logistik, dan peningkatan SDM serta penyedia jasa—sebagai fondasi efisiensi distribusi dan daya saing ekonomi.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto