Tweet tersebut telah dihapus oleh penulis.
Tapi kami menyimpan semuanya 🙂.
Securitize, salah satu perusahaan terbesar di sektor tokenisasi aset, telah mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker SECZ. Pencatatan tersebut dilakukan pada hari Kamis setelah perusahaan menyelesaikan penggabungan bisnisnya dengan Cantor Equity Partners II pada Rabu malam.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Menurut The Block, SECZ dibuka pada harga $12,45, naik menjadi $13,70 pada tengah hari, yang mewakili kenaikan sekitar 10%, dan menutup sesi perdagangan pertamanya di harga $12,30.
Pada saat yang sama, Securitize meluncurkan versi tokenisasi dari saham penuh SECZ di jaringan Solana dan Avalanche. Hal ini diharapkan dapat memperluas akses global ke saham perusahaan dan memungkinkan perdagangan 24/7, termasuk selama periode ketika pasar tradisional AS tutup.
Itulah sebabnya SECZ akan terus diperdagangkan bahkan pada hari Jumat, saat bursa saham AS akan tutup untuk Hari Kemerdekaan.
Securitize menjadi perusahaan pertama yang meluncurkan saham tokenisasi secara langsung pada saat debut pasar sahamnya. Perusahaan lain sebelumnya telah menerbitkan versi on-chain dari saham mereka, tetapi mereka tidak melakukannya di awal perdagangan. Menurut Presiden Securitize Brett Redfearn, situasi ini kemungkinan akan segera berubah.
Ia mencatat bahwa Securitize sedang mengadakan banyak diskusi dengan divisi pasar modal di bank investasi besar, termasuk JPMorgan. Idenya adalah untuk mendistribusikan alokasi IPO kepada investor kripto dalam bentuk tokenisasi, misalnya langsung ke dompet MetaMask atau OKX.
“Percakapan ini bukan lagi teoretis. Ini sudah operasional,” kata Redfearn. Menurutnya, transaksi semacam itu dapat muncul dalam tiga hingga enam bulan ke depan, dan ia melihatnya sebagai sesuatu yang hampir tak terelakkan dalam setahun ke depan.
Redfearn juga mengatakan bahwa Securitize mencoba mengambil bagian dalam penempatan SpaceX, tetapi waktunya “sedikit terlalu dini.” Menurutnya, peluncuran publik SPCX pada 12 Juni menjadi, dalam banyak hal, tempat pengujian bagi layanan berbasis blockchain baru, termasuk pasar pra-IPO dan perdagangan tokenisasi.
Sektor aset dunia nyata (RWA) di blockchain terus tumbuh pesat. Analis semakin banyak yang mengatakan bahwa pasar RWA pada akhirnya bisa mencapai triliunan dolar.
Wrapper saham tokenisasi sudah mulai muncul di pasar. Produk semacam itu sedang dikembangkan, misalnya, oleh Kraken melalui anak perusahaannya xStocks dan oleh platform lainnya. Namun, Securitize telah memilih pendekatan yang berbeda.
Saham tokenisasi yang diterbitkan melalui Securitize tidak sekadar didukung 1:1 oleh aset dasarnya. Perusahaan berfokus pada token yang disponsori emiten (issuer-sponsored tokens). Di bawah model ini, token itu sendiri adalah sekuritasnya, sejalan dengan panduan awal SEC tentang tokenisasi.
Ini berarti bahwa saham tokenisasi Securitize mempertahankan hak investor penuh, termasuk hak suara dan dividen. Selain itu, sekuritas semacam itu dapat dikeluarkan dari Depository Trust Company (DTC), lembaga penyimpanan sekuritas sentral yang menyimpan catatan untuk hampir semua saham AS.
Redfearn menjelaskan bahwa pendekatan ini menjadi mungkin berkat model Securitize yang terintegrasi secara vertikal. Perusahaan sedang mengembangkan versi berbasis blockchain dari elemen-elemen kunci infrastruktur pasar sekuritas tradisional: agen transfer sendiri, broker-dealer, bisnis layanan dana, dan penasihat investasi.
Beberapa kompetitor Securitize, termasuk Superstate dan tZERO, juga bekerja dengan model tokenisasi yang disponsori emiten. Namun, Redfearn percaya Securitize tetap hampir unik karena pendekatannya yang komprehensif.
“Ada perusahaan yang bersaing dengan kami dan memiliki agen transfer terdaftar. Kami memiliki broker-dealer. Tetapi tidak banyak pemain yang memiliki agen transfer sekaligus broker-dealer,” katanya.
Securitize juga mengoperasikan sistem perdagangan alternatif (ATS), di mana baik token yang diterbitkan oleh perusahaan itu sendiri maupun aset tokenisasi pihak ketiga dapat diperdagangkan.
Pendukung tokenisasi biasanya menyebut akses internasional dan perdagangan sepanjang waktu sebagai dua keunggulan utama blockchain. Redfearn setuju dengan hal ini, tetapi mencatat bahwa ekosistem DeFi yang lebih luas sudah mencari kegunaan lain untuk aset tokenisasi. Misalnya, aset tersebut dapat digunakan sebagai bentuk jaminan baru atau ditempatkan dalam vault yang menghasilkan imbal hasil (yield).
Redfearn sendiri mengatakan bahwa ia telah menggunakan “strategi looping” pada dana tokenisasi yang diterbitkan Securitize untuk manajer aset Apollo.
Saham tokenisasi diperlukan untuk memindahkan sekuritas tradisional ke dalam infrastruktur blockchain. Format ini dapat memberi investor akses ke saham tidak hanya melalui akun pialang tradisional, tetapi juga melalui dompet kripto. Keuntungan utamanya adalah perdagangan 24/7: aset tokenisasi dapat bersirkulasi bahkan ketika bursa reguler tutup di malam hari, pada akhir pekan, atau pada hari libur.
Selain itu, tokenisasi membuka pintu bagi cara-cara baru dalam menggunakan saham. Saham tersebut dapat digunakan dalam DeFi sebagai jaminan, dimasukkan dalam strategi yield, ditransfer lebih cepat antar pelaku pasar, dan berpotensi tersedia bagi audiens internasional yang lebih luas. Dalam kasus model yang disponsori emiten, token tersebut tidak hanya menyalin saham, tetapi dapat mempertahankan hak investor, termasuk dividen dan suara.
Sebagai pengingat, Securitize berencana untuk go public di New York Stock Exchange setelah bergabung dengan Cantor Equity Partners II.