Ekspansi Binance: Bagaimana perusahaan membangun jaringan kantor global

Ekspansi Binance: Bagaimana perusahaan membangun jaringan kantor global
Bagaimana Binance telah membangun kehadirannya di berbagai belahan dunia

Sejak didirikan pada tahun 2017, Binance telah berkembang menjadi salah satu perusahaan yang paling mobile dan dinamis dalam industri aset digital. Selama bertahun-tahun, Binance telah memindahkan lokasi kantor utamanya, memperluas jaringan internasionalnya, dan mendirikan pusat operasional di berbagai negara di seluruh dunia. Pendekatan ini memungkinkan Binance untuk dengan cepat beradaptasi dengan perubahan industri, spesifikasi pasar lokal, dan lingkungan regulasi.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Meskipun ada diskusi yang sedang berlangsung tentang lokasi yang tepat untuk kantor pusat resmi perusahaan, Binance sekarang beroperasi sebagai ekosistem global yang menyatukan tim dan layanan di banyak negara.

Langkah pertama: Cina dan Jepang

Binance dimulai di Cina pada musim panas 2017, di mana ia melakukan penggalangan dana besar pertamanya melalui ICO token BNB. Pertumbuhan awal didukung oleh antusiasme lokal yang kuat terhadap aset digital dan pengalaman pendiri Changpeng Zhao.

Setelah perubahan peraturan, perusahaan memindahkan sebagian operasinya ke Hong Kong dan Taiwan dan kemudian ke Jepang. Namun, beroperasi di pasar Jepang membutuhkan keselarasan dengan regulator lokal, dan setelah permintaan dari Financial Services Agency, Binance untuk sementara menghentikan aktivitasnya di negara tersebut.

Binance mempertimbangkan untuk kembali ke Jepang melalui kemitraan dengan bursa lokal TaoTao, tetapi rencana tersebut tidak terealisasi setelah platform tersebut berganti kepemilikan. Namun, perusahaan terus mengeksplorasi peluang untuk kembali secara resmi ke pasar Jepang.

Kesempatan ini datang ketika Binance mengakuisisi 100% Sakura Exchange BitCoin, bursa kripto berlisensi Jepang yang sebelumnya dimiliki oleh Kakao Piccoma. Akuisisi ini memungkinkan Binance untuk beroperasi sepenuhnya sesuai dengan peraturan Jepang dan fokus pada kepatuhan terhadap persyaratan lokal.

Binance dan Korea Selatan: kembali ke salah satu pasar kripto paling aktif di Asia

Korea Selatan telah lama menjadi salah satu pasar aset digital yang paling dinamis dengan tetap mempertahankan lingkungan regulasi yang ketat. Hal ini membuat Binance menghentikan sementara sebagian operasinya pada tahun 2021 untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap persyaratan lokal.

Setelah beberapa tahun berdiskusi dan melakukan penyesuaian internal, perusahaan kembali ke pasar Korea melalui kemitraan strategis dengan bursa lokal Gopax. Regulator secara resmi menyetujui perubahan struktur kepemilikan, memungkinkan Binance untuk memulihkan kehadirannya di negara tersebut melalui platform berlisensi.

Malta dan yurisdiksi Eropa lainnya

Pada tahun 2018, Binance mengumumkan niatnya untuk mendirikan kantor utamanya di Malta, sebuah negara yang secara aktif membentuk lanskap regulasi yang ramah terhadap kripto. Perusahaan membuka akun, merelokasi sebagian stafnya, dan untuk sementara waktu mengelola operasi melalui struktur Malta.

Seiring berjalannya waktu, Binance terus berekspansi ke seluruh Eropa, membuka kantor di Prancis, Lithuania, Spanyol, Polandia, Swedia, dan negara-negara lainnya. Hub Eropa ini menjadi bagian dari jaringan luas entitas lokal yang beroperasi dalam kerangka kerja peraturan masing-masing negara.

Kepulauan Cayman dan Seychelles

Seperti banyak perusahaan internasional lainnya, Binance mempertahankan pendaftaran hukum di Kepulauan Cayman dan Seychelles. Yurisdiksi ini sering digunakan untuk penataan perusahaan dan administrasi produk global. Akan tetapi, kegiatan operasional Binance yang sebenarnya tetap didistribusikan di berbagai negara, selaras dengan model organisasinya yang terdesentralisasi.

Timur Tengah: pengembangan strategis

Timur Tengah menjadi salah satu wilayah kunci dalam transisi Binance menuju model global yang lebih terstruktur. Perusahaan memperkuat kehadirannya di Bahrain dan Uni Emirat Arab, dengan fokus pada kolaborasi dengan regulator dan membangun basis operasional yang stabil. Bahrain memberikan Binance lisensi regional utama pertamanya, yang memungkinkan perusahaan untuk menyediakan berbagai layanan aset digital berlisensi.

Pada saat yang sama, Binance memperluas aktivitasnya di UEA, terutama di Dubai dan Abu Dhabi, meningkatkan infrastruktur lokal dan memperkuat hubungan dengan badan pengatur. Menerima lisensi VARA pada tahun 2024 menandai tonggak penting dan menggarisbawahi pentingnya kawasan ini untuk pengembangan Binance di masa depan.

Perusahaan yang tumbuh bersama pasar global

Sejarah relokasi dan transformasi struktural Binance mencerminkan pencariannya akan kondisi optimal dalam industri yang masih muda dan berkembang pesat. Selama perkembangannya, perusahaan telah mempertahankan model kehadiran global, secara bertahap memperkuat tim lokal dan membangun hubungan yang konstruktif dengan regulator.

Saat ini, Binance terus beroperasi sebagai ekosistem internasional dengan pusat-pusat di Eropa, Asia, dan Timur Tengah, mempertahankan dialog aktif dengan mitra dan otoritas pengatur di seluruh dunia.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.