Google Cloud memperluas jangkauan di Eropa melalui kemitraan AI dengan Liberty Global.
Google Cloud, salah satu bisnis Alphabet yang paling cepat berkembang, telah menandatangani kemitraan strategis lima tahun dengan Liberty Global yang bertujuan untuk menerapkan kecerdasan buatan dan teknologi cloud yang canggih di seluruh operasi grup perusahaan kabel tersebut di Eropa. Kesepakatan ini menyoroti dorongan yang terus meningkat dari operator telekomunikasi untuk menggunakan AI guna memangkas biaya, meningkatkan layanan, dan membuka aliran pendapatan baru.
Sorotan
- Google Cloud dan Liberty Global menyetujui kemitraan selama lima tahun untuk menerapkan Gemini AI dan perangkat cloud di seluruh jaringan Eropa.
- Kesepakatan ini akan mendukung layanan TV bertenaga AI, otomatisasi layanan pelanggan, serta peningkatan keandalan dan keamanan jaringan.
- Liberty Global akan memperluas penjualan perangkat Google dan menargetkan bisnis kecil dengan layanan cloud, keamanan siber, dan AI.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Liberty Global melayani sekitar 80 juta pelanggan telepon tetap dan seluler di seluruh Eropa, yang mencakup pasar seperti Inggris, Belgia, Belanda, dan Swiss, lapor Reuters.
Memperluas AI dan cloud di seluruh jaringan telekomunikasi
Berdasarkan perjanjian tersebut, Liberty Global akan meluncurkan model AI Gemini Google dan alat Google Cloud lainnya di seluruh platformnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung layanan konsumen baru, termasuk pencarian yang didukung AI dan penemuan konten di platform Horizon TV milik Liberty, serta peningkatan otomatisasi dalam layanan pelanggan.
"Kemitraan kami yang diperluas dengan Google Cloud merupakan tonggak penting bagi Liberty Global," kata Mike Fries, kepala eksekutif Liberty Global, dalam sebuah pernyataan.
Di luar layanan yang berhadapan langsung dengan konsumen, kedua perusahaan mengatakan bahwa inisiatif ini akan berfokus pada peningkatan keandalan dan keamanan jaringan, memajukan operasi jaringan secara otonom, dan berpotensi memungkinkan Google Cloud untuk menggunakan kapasitas cadangan di pusat data Liberty Global. Hal ini dapat mencakup infrastruktur yang dioperasikan melalui AtlasEdge, perusahaan patungan Liberty yang berfokus pada pusat data edge.
Perjanjian ini juga memperluas kolaborasi yang sudah ada antara kedua perusahaan, memperdalam kehadiran Google Cloud di sektor telekomunikasi Eropa.
Produk baru dan fokus bisnis kecil
Sebagai bagian dari kemitraan ini, Liberty Global akan menawarkan lebih banyak produk Google melalui unit-unit operasinya, termasuk smartphone Pixel, jam tangan, dan perangkat rumah pintar. Merek-merek utama Liberty termasuk Virgin Media O2 di Inggris, Telenet di Belgia, VodafoneZiggo di Belanda, dan Sunrise di Swiss.
Perusahaan ini juga berencana untuk menargetkan pelanggan bisnis kecil dengan komputasi awan, keamanan siber, dan layanan berbasis AI. Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa mereka akan mencari cara untuk memonetisasi data telekomunikasi Liberty Global, dengan tetap mempertahankan persyaratan privasi yang ketat.
"Tujuan kami sederhana: menggunakan teknologi untuk memangkas kerumitan dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan mitra kami," ujar Tara Brady, presiden Google Cloud untuk wilayah EMEA.
Mengapa hal ini penting
Kesepakatan ini menyoroti tren yang lebih luas di seluruh industri telekomunikasi global, di mana para operator semakin beralih ke kemitraan AI untuk mengimbangi investasi besar-besaran dalam jaringan fiber dan 5G. Bagi Google Cloud, perjanjian ini memperkuat posisinya di Eropa dan menanamkan perangkat AI-nya lebih dalam ke dalam infrastruktur komunikasi yang penting, sementara Liberty Global mendapatkan akses ke teknologi canggih untuk memodernisasi jaringan dan layanannya.
Baca juga: Tether meluncurkan alat sumber terbuka untuk mendesentralisasi penambangan Bitcoin
- Forex
- Crypto