Pengadilan AS membatalkan panggilan pengadilan terhadap Ketua Fed Jerome Powell
Pengadilan federal AS telah membatalkan panggilan pengadilan yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Keputusan ini secara signifikan melemahkan posisi Donald Trump, salah satu pengkritik Powell yang paling vokal, dan memberikan pukulan serius terhadap penyelidikan terhadap ketua The Fed.
Sorotan
- Pengadilan federal AS membatalkan panggilan pengadilan yang dikeluarkan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.
- Hakim mengatakan bahwa penyelidikan tersebut tidak memiliki bukti dan tampaknya bermotif politik.
- Keputusan ini dapat memperkuat perlindungan terhadap independensi Federal Reserve.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Pengadilan menemukan dasar hukum yang lemah
Menurut dokumen pengadilan yang dirilis dan dikutip oleh The Washington Post, pengadilan menemukan bahwa penyelidikan terhadap Powell lemah. Pada saat yang sama, ada bukti substansial bahwa pemerintah AS menggunakan panggilan pengadilan untuk memberikan tekanan politik kepada Ketua Federal Reserve.
"Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa pemerintah mengeluarkan surat panggilan pengadilan ini sebagai upaya untuk memaksa Powell menurunkan suku bunga atau mengundurkan diri," ujar hakim distrik federal James Boasberg dalam pernyataannya.
Hakim juga menekankan bahwa hanya ada sedikit bukti yang diajukan yang mengindikasikan bahwa Powell telah melakukan kejahatan, menggambarkan argumen pemerintah sebagai "lemah dan tidak berdasar."
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Departemen Kehakiman Amerika Serikat meluncurkan penyelidikan setelah Powell memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat pada musim panas 2025. Dalam dengar pendapat tersebut, para anggota parlemen membahas proyek rekonstruksi yang melibatkan dua bangunan bersejarah milik Federal Reserve System, yang diperkirakan menelan biaya antara $2,5 miliar dan $3,1 miliar.
Para penyelidik berusaha untuk menentukan apakah biaya sebenarnya sesuai dengan angka yang telah dipresentasikan Powell kepada para senator. Para kritikus berpendapat bahwa proyek tersebut mungkin mencakup elemen-elemen mahal seperti lapisan marmer, lift khusus, area VIP, dan fitur-fitur arsitektur mahal lainnya. Namun, Powell menyatakan bahwa beberapa klaim tersebut dibesar-besarkan atau sama sekali bukan bagian dari proyek tersebut.
Akibatnya, tuduhan terhadap ketua The Fed tidak terkait dengan kebijakan moneter, melainkan berpusat pada tuduhan bahwa ia telah menyesatkan Kongres atau memberikan kesaksian palsu.
Sebuah kemenangan bagi The Fed - tetapi yang terakhir?
Sepanjang kasus ini, konteks politik tetap dominan. Konflik ini meningkat di tengah ketegangan antara Gedung Putih dan Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga. Presiden berulang kali mengkritik The Fed karena mempertahankan apa yang dia gambarkan sebagai kebijakan moneter yang terlalu ketat, sementara Powell secara terbuka memperingatkan bahwa investigasi kriminal dapat menjadi alat untuk menekan regulator.
Keputusan pengadilan dapat menjadi preseden penting untuk melindungi independensi Federal Reserve. Sejak didirikan pada tahun 1913, bank sentral AS telah secara resmi dipisahkan dari otoritas politik sehingga keputusan mengenai suku bunga dibuat berdasarkan kondisi ekonomi dan bukan kepentingan politik pemerintahan yang sedang berkuasa.
Upaya untuk memberikan tekanan politik kepada The Fed biasanya menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan. Independensi bank sentral secara luas dipandang sebagai faktor kunci yang mendukung kepercayaan terhadap dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika, dan itulah sebabnya mengapa konflik antara Gedung Putih dan The Fed diawasi secara ketat oleh para investor di seluruh dunia.
Seperti yang telah kami tulis, Trump telah menominasikan Kevin Warsh untuk menggantikan Powell sebagai Ketua Federal Reserve
Berita finance Terbaru
- Forex
- Crypto