Pemerintah rencanakan pembangunan pabrik etanol dan metanol di Lampung
Dalam pernyataannya pada Rakernas I PAN di Jakarta Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan membangun pabrik etanol dan metanol untuk mendukung hilirisasi sumber daya alam di sektor pangan. Ia menyebut etanol akan diolah dari tebu, sedangkan metanol berasal dari singkong. Salah satu lokasi yang disebut untuk proyek tersebut adalah Lampung, daerah yang menurutnya menjadi sentra singkong.
Sorotan
- Pemerintah merencanakan pembangunan pabrik etanol berbasis tebu dan metanol berbasis singkong di Lampung sebagai bagian hilirisasi komoditas pangan.
- Pabrik metanol di Lampung diklaim akan menaikkan harga singkong level petani ke sekitar Rp1.000 per kilogram dan mengurangi ketergantungan impor tepung tapioka.
- Pembangunan fasilitas ini diproyeksikan meningkatkan permintaan domestik tebu dan singkong, namun nilai investasi, kapasitas produksi, dan jadwal belum diumumkan.
Rencana hilirisasi tebu dan singkong
Pernyataan itu menempatkan pengembangan pabrik sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat nilai tambah komoditas pertanian di dalam negeri. Zulhas mengatakan Presiden sudah menyetujui pembangunan fasilitas tersebut. Menurut dia, pengolahan etanol berbasis tebu dan metanol berbasis singkong diarahkan untuk memperluas hilirisasi di sektor pangan.
Lampung disebut menjadi salah satu lokasi utama, khususnya untuk pabrik metanol. Zulhas mengatakan dirinya telah meminta agar satu fasilitas dibangun di provinsi itu karena Lampung merupakan wilayah penghasil singkong. Rencana itu disampaikan pada Selasa, 31 Maret 2026, saat forum internal Partai Amanat Nasional.
Dampak yang diklaim bagi petani Lampung
Zulhas mengeklaim pembangunan pabrik metanol akan berdampak langsung pada harga singkong di tingkat petani. Menurut dia, jika harga singkong berada di kisaran Rp1.000 per kilogram, petani akan terdorong menanam karena dinilai lebih menguntungkan. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani.
Ia juga mengatakan pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pada impor, termasuk melalui pembatasan impor tepung tapioka. Menurut penjelasannya, petani singkong di Lampung sebelumnya sempat kesulitan karena hasil panen tidak terserap pasar. Setelah kebijakan pembatasan impor diterapkan, ia menilai harga singkong mulai membaik.
Implikasi bagi pasokan dan kebijakan impor
Jika direalisasikan, pembangunan pabrik etanol dan metanol berpotensi menambah permintaan bahan baku domestik dari tebu dan singkong. Langkah itu dapat memperkuat keterkaitan antara kebijakan industri pengolahan dan pendapatan petani di sentra produksi. Namun, rincian mengenai nilai investasi, kapasitas produksi, dan jadwal pembangunan belum disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Dari sisi sektor pangan dan kimia dasar, proyek ini juga menunjukkan arah kebijakan yang mengutamakan pemrosesan bahan mentah di dalam negeri. Kombinasi pembangunan fasilitas baru dan pembatasan impor dapat memengaruhi struktur pasar singkong dan turunannya di Indonesia. Dampak akhirnya akan bergantung pada pelaksanaan proyek, serapan industri, serta keberlanjutan pasokan bahan baku dari petani.
Sebelumnya, kami melaporkan agenda reformasi tata kelola dan transformasi ekonomi yang disampaikan Presiden Prabowo dalam forum bisnis Indonesia–Jepang, dengan penekanan pada hilirisasi dan industrialisasi untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Dalam laporan itu, kami juga menyoroti target percepatan transisi energi—termasuk pengembangan energi surya—serta peluang kerja sama investasi dan teknologi untuk mendukung arah kebijakan tersebut.
Berita Ultima Markets Terbaru
- Forex
- Crypto