Kemendag luncurkan program Campuspreneur di Surakarta

Kemendag luncurkan program Campuspreneur di Surakarta
Campuspreneur diluncurkan Kemendag

Kementerian Perdagangan secara resmi meluncurkan Program Campuspreneur di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Kamis, menurut keterangan di situs Kemendag. Program hasil kolaborasi dengan 18 perguruan tinggi di Indonesia itu ditujukan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda dari kalangan mahasiswa. Inisiatif ini juga disiapkan untuk memperluas kapasitas usaha mahasiswa agar tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga peluang ekspor yang dinilai masih terbuka di tengah tantangan perdagangan internasional.

Sorotan

  • Kemendag meluncurkan program Campuspreneur di Surakarta untuk membangun pola pikir kewirausahaan mahasiswa, menekankan penciptaan lapangan kerja sejak masa kuliah.
  • Program ini menyediakan pelatihan, kurasi produk, dan business matching dengan pembeli luar negeri, mendorong kesiapan usaha kampus untuk ekspor dan masuk rantai global.
  • Kolaborasi dengan 18 perguruan tinggi dan kemitraan ritel modern memperkuat pemasaran produk mahasiswa di pasar domestik dan menambah pasokan usaha muda kompetitif.

Skema program untuk mahasiswa dan orientasi ekspor

Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini di lingkungan kampus. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong agar tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi mulai menciptakan lapangan kerja baru sejak masih menempuh pendidikan. Arah program ini juga menempatkan mahasiswa sebagai calon pelaku usaha yang berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan berupa pelatihan, kurasi produk, dan fasilitasi penjajakan bisnis atau business matching dengan calon pembeli dari luar negeri. Skema itu dirancang untuk membantu mahasiswa memahami kesiapan produk dan kebutuhan pasar ekspor. Dengan pendekatan tersebut, Kemendag mendorong terbentuknya usaha rintisan kampus yang lebih siap masuk ke rantai perdagangan global.

Dampak bagi penguatan usaha kampus di pasar domestik

Selain menyasar ekspor, Program Campuspreneur juga memperkuat pengembangan usaha mahasiswa di pasar dalam negeri. Dukungan itu dilakukan melalui kemitraan dengan ritel modern, sehingga produk mahasiswa memiliki jalur pemasaran yang lebih terstruktur. Langkah ini membuka peluang bagi usaha rintisan kampus untuk memperluas jangkauan konsumen di Indonesia.

Bagi sektor perdagangan, program ini memperlihatkan upaya pemerintah menghubungkan pendidikan tinggi dengan pengembangan kewirausahaan. Kolaborasi dengan 18 perguruan tinggi memberi basis yang lebih luas untuk mencetak pelaku usaha baru dari berbagai daerah. Jika berjalan sesuai target, program ini dapat menambah pasokan usaha muda yang mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Kami sebelumnya melaporkan perkembangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BRI yang mencapai Rp31,42 triliun hingga akhir Februari 2026 dan menjangkau 643 ribu debitur UMKM. Laporan tersebut menyoroti fokus penyaluran ke sektor produksi—termasuk pertanian—serta pendekatan pendampingan agar debitur dapat naik kelas, di tengah penekanan pentingnya menjaga kualitas kredit melalui manajemen risiko yang prudent.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.