Mandiri Capital nilai struktur pendapatan menahan penurunan BOPO modal ventura
Perbaikan rasio BOPO industri modal ventura mulai terlihat pada April 2026, tetapi pola pendapatan yang tidak rutin masih membatasi penurunannya. Kondisi pasar investasi startup yang lemah, peluang exit yang terbatas, dan suku bunga yang masih tinggi juga terus menekan pendapatan operasional sektor ini.
Sorotan
- Rasio BOPO industri modal ventura turun menjadi 97,63% per April 2026 dari 98,03% pada Maret 2026, menunjukkan tren perbaikan bertahap.
- Pendapatan modal ventura bersifat episodik dari realisasi investasi, dividen, dan capital gain, sedangkan beban operasional berjalan terus-menerus, membuat BOPO kurang ideal diukur bulanan atau kuartalan.
- Mandiri Capital Indonesia menargetkan rasio BOPO di bawah 90% dalam jangka menengah dan menuju kisaran 80% saat siklus industri membaik, didukung efisiensi, sinergi, dan digitalisasi.
Faktor utama di balik rasio BOPO
Seperti dilaporkan Kontan, PT Mandiri Capital Indonesia menilai tingginya rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional di industri modal ventura terutama dipengaruhi karakteristik bisnis penyertaan modal, yang membuat pendapatan tidak tercatat secara rutin setiap bulan.Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Ronald S. Simorangkir mengatakan pendapatan perusahaan modal ventura korporasi umumnya berasal dari realisasi investasi, dividen, dan capital gain saat divestasi, yang bersifat episodik. Di sisi lain, beban operasional seperti sumber daya manusia, due diligence, pemantauan portofolio, tata kelola, dan kepatuhan tetap berjalan terus-menerus.
Menurutnya, kondisi itu membuat rasio BOPO terlihat tinggi pada periode ketika belum ada realisasi investasi, meskipun fundamental portofolio investasi masih sehat. Ia juga menambahkan BOPO bukan ukuran yang ideal dibaca per bulan atau per kuartal untuk venture capital company.
Dampak pasar dan strategi efisiensi
Ronald menyebut faktor struktural tersebut diperberat oleh kondisi makroekonomi. Lesunya iklim investasi pada perusahaan rintisan, terbatasnya peluang exit maupun IPO, serta suku bunga yang masih tinggi ikut menekan valuasi dan memperpanjang periode realisasi investasi.Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan, pembiayaan industri modal ventura terkontraksi 0,87% secara tahunan per April 2026, yang turut menekan pendapatan operasional industri. Namun, rasio BOPO industri turun menjadi 97,63% per April 2026 dari 98,03% pada Maret 2026, yang menurut Ronald menunjukkan ruang perbaikan bertahap pada Semester I-2026.
Untuk menjaga efisiensi, MCI menerapkan disiplin biaya operasional, memanfaatkan sinergi dengan ekosistem Grup Bank Mandiri, serta mendorong digitalisasi proses bisnis dan penggunaan kecerdasan buatan, AI, untuk meningkatkan produktivitas. MCI juga berfokus membangun portofolio investasi baru, mendiversifikasi sumber pendapatan, dan memperkuat tata kelola serta manajemen risiko untuk menekan potensi penurunan nilai investasi.
Ronald mengatakan indikator yang lebih relevan bagi bisnis modal ventura antara lain tingkat pengembalian investasi atau internal rate of return, IRR. Meski begitu, MCI tetap menargetkan rasio BOPO turun secara berkelanjutan ke bawah 90% dalam jangka menengah dan bergerak menuju kisaran 80% ketika siklus industri kembali normal.
Porsi pembiayaan produktif fintech lending yang masih di bawah target menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, ketika OJK mencatat penyaluran ke sektor produktif mencapai Rp 34,80 triliun dari total Rp 102,07 triliun per April 2026 sehingga porsinya turun ke 34,09%. Kami juga menekankan bahwa kehati-hatian penyalur dana—terutama karena risiko gagal bayar di segmen produktif dan UMKM—mendorong OJK mengingatkan pentingnya penguatan manajemen risiko, credit scoring, pemanfaatan data SLIK, dan kolaborasi ekosistem untuk menjaga kualitas pembiayaan sambil mengejar target 40%–50%.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto