Pergerakan saham perbankan berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, menurut data perdagangan yang dikutip dalam artikel KONTAN, menunjukkan pemulihan lanjutan setelah tekanan beberapa pekan sebelumnya. Kenaikan itu terjadi ketika pelaku pasar tetap mencermati arah rupiah terhadap dolar U.S. dan aliran dana asing, dua faktor yang dinilai masih membatasi ruang penguatan sektor perbankan.
Sorotan
- Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk naik 7,69% ke Rp3.780, memimpin kenaikan bank besar, diikuti BBCA, BMRI, dan BBRI masing-masing di atas 3%.
- Level rupiah menembus Rp17.000 per dolar U.S. membuat investor asing lebih berhati-hati, sehingga risiko kurs memicu potensi aksi jual asing.
- Pada 8 April 2026, rupiah menguat 0,54% ke Rp17.012 per dolar U.S., sementara dari 1–7 April 2026, BBRI alami jual bersih asing Rp1,25 triliun.
Kenaikan harga saham dan faktor pasar pekan ini
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk memimpin penguatan kelompok bank besar dengan kenaikan 7,69% ke Rp3.780 per saham pada penutupan perdagangan. PT Bank Central Asia Tbk naik 3,85% ke Rp6.750 per saham, setelah sempat menyentuh Rp6.850 pada sesi pagi. PT Bank Mandiri Tbk menguat 3,55% ke Rp4.670 per saham, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertambah 3,41% ke Rp3.340 per saham. sahamRupiah dan arus asing menjadi penentu utama
Analis Kiwoom Sekuritas Adrian Djie mengatakan pergerakan saham bank besar pada pekan ini sangat dipengaruhi nilai tukar rupiah. Ia menilai level rupiah yang menembus lebih dari Rp17.000 per dolar U.S. membuat investor asing lebih berhati-hati dalam mengakumulasi saham di Indonesia. Menurut dia, risiko nilai tukar kini makin diperhitungkan dalam keputusan investasi dan berpotensi mendorong aksi jual bersih asing.Dampak bagi sektor perbankan dan sentimen lanjutan
Artikel tersebut juga menyebut rupiah pada 8 April 2026 menguat 0,54% menjadi Rp17.012 per dolar U.S., memberikan sedikit ruang positif bagi sentimen pasar. Dalam perdagangan sepekan dari 1 April hingga 7 April 2026, BBRI mencatat jual bersih asing terbesar di antara saham bank besar lain, yakni Rp1,25 triliun. Selain kurs, pasar masih menghadapi sentimen dari eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, isu terkait MSCI dan lembaga pemeringkat, serta tantangan makroekonomi yang dapat memengaruhi arah saham perbankan.Sebelumnya, kami melaporkan penguatan saham-saham bank berkapitalisasi besar pada sesi siang yang dipimpin BBNI, namun reli jangka pendek tersebut masih dibayangi tekanan eksternal. Dalam laporan itu, analis menyoroti pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar U.S. yang dapat meningkatkan risiko net sell asing, di tengah sentimen geopolitik, isu MSCI, dan tantangan makroekonomi yang masih menekan sektor perbankan.
- Forex
- Crypto