Pertamina masih upayakan pelintasan dua kapal di Selat Hormuz
Pemerintah Indonesia menyatakan komunikasi intens dengan Iran masih berlangsung terkait dua kapal Pertamina yang belum dapat melintasi Selat Hormuz, menurut keterangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam jumpa pers di Istana Jakarta pada Rabu malam. Situasi ini berlangsung meski Iran dan U.S. disebut sedang menjalankan gencatan senjata untuk dua minggu ke depan. Pemerintah juga menilai pasokan energi domestik tetap terjaga karena impor minyak mentah melalui jalur itu hanya mencakup sekitar 20-25 persen kebutuhan crude.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia terus upayakan pelintasan dua kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro di Selat Hormuz di tengah gejolak kawasan.
- Sekitar 20-25 persen kebutuhan minyak mentah Indonesia melewati Selat Hormuz, namun pemerintah telah menyiapkan suplai alternatif dari Angola, Afrika, Nigeria, dan U.S.
- Diversifikasi sumber dan mitigasi jalur pasokan direspons pemerintah untuk jaga stabilitas energi, sementara normalisasi pelintasan jadi fokus pasar energi domestik.
Upaya pelintasan kapal dan mitigasi pasokan
Bahlil mengatakan pemerintah berharap hambatan terhadap dua kapal tersebut dapat segera selesai seiring adanya jeda dua minggu dalam eskalasi di Timur Tengah. Ia menyebut dua kapal yang masih terdampak berada dalam perhatian pemerintah dan komunikasi diplomatik terus dijalankan. Pernyataan itu menunjukkan fokus pemerintah pada kelancaran distribusi energi serta stabilitas rantai pasok nasional. Menurut Bahlil, Indonesia tidak mengimpor BBM dari Timur Tengah, sehingga eksposur utama terhadap Selat Hormuz berada pada pasokan minyak mentah. Ia menyebut porsi crude yang diambil melalui jalur itu berkisar 20-25 persen. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sumber pengganti dari Angola, Afrika, Nigeria, U.S., dan beberapa negara lain.Status dua kapal PIS di kawasan Teluk Arab
Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping menyatakan masih mengupayakan dua kapalnya di kawasan Teluk Arab agar dapat melintasi Selat Hormuz. Keterangan itu disampaikan oleh Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS Vega Pita pada Rabu. Langkah tersebut dilakukan di tengah kabar gencatan senjata antara U.S. dan Iran. Dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. VLCC Pertamina Pride mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri, sementara Gamsunoro melayani kargo konsumen. Tertahannya pelintasan kedua kapal itu menjadi perhatian penting bagi operasional logistik energi, meski pemerintah menegaskan alternatif pasokan sudah tersedia.Dampak bagi sektor energi Indonesia
Perkembangan di Selat Hormuz tetap menjadi faktor penting bagi industri energi Indonesia karena jalur tersebut merupakan salah satu lintasan utama perdagangan minyak global. Meski demikian, pernyataan pemerintah menunjukkan pendekatan mitigasi telah disiapkan untuk membatasi gangguan terhadap pasokan domestik. Diversifikasi asal crude juga memberi ruang bagi Indonesia untuk menjaga keamanan energi ketika risiko geopolitik meningkat. Bagi pelaku pasar energi, fokus utama saat ini berada pada kecepatan normalisasi pelayaran dan efektivitas komunikasi dengan pihak terkait di kawasan. Jika pelintasan kembali lancar dalam waktu dekat, tekanan terhadap logistik dan pengadaan crude dapat mereda. Namun selama pembatasan belum sepenuhnya teratasi, jalur pasokan alternatif tetap menjadi penyangga utama.Kami sebelumnya melaporkan upaya Kementerian Luar Negeri RI agar dua kapal tanker Pertamina, Pertamina Pride dan MT Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman. Dalam laporan tersebut, pemerintah menekankan koordinasi teknis seperti asuransi dan kesiapan kru, serta komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait untuk menjaga kelancaran distribusi energi dan stabilitas rantai pasok nasional.
- Forex
- Crypto