Infovesta catat return unitlink saham terkontraksi terdalam per Maret 2026
Data Infovesta yang dikutip KONTAN menunjukkan rata-rata return unitlink berbasis saham secara year to date terkontraksi 7,11% per Maret 2026, berbalik dari kenaikan rata-rata 3,06% pada bulan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah pelemahan tajam pasar saham Indonesia sepanjang Maret, ketika tekanan geopolitik mendorong volatilitas aset berisiko. Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan koreksi pada unitlink saham masih lebih baik dibanding penurunan Indeks Harga Saham Gabungan, sehingga profil risikonya dinilai relatif lebih terjaga.
Sorotan
- IHSG turun 14,41% atau 1.187,04 poin ke 7.048,22 sepanjang Maret 2026 akibat tekanan perang Iran dan Israel-Amerika Serikat.
- Unitlink saham mencatat return negatif terdalam, namun kontraksi rata-rata unitlink campuran 4,43% dan pendapatan tetap 1,55%, sedangkan unitlink pasar uang tumbuh 0,74% per Maret 2026.
- Industri asuransi investasi di Indonesia mengalami tekanan luas, mendorong pergeseran minat ke instrumen defensif di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga energi.
Tekanan pasar dan kinerja unitlink per Maret
Menurut Wawan Hendrayana, pelemahan return unitlink saham tidak terlepas dari penurunan tajam IHSG selama Maret 2026. Ia mengaitkan tekanan tersebut dengan dampak perang Iran dan Israel-Amerika Serikat yang memengaruhi sentimen pasar. Sepanjang Maret 2026, IHSG turun 14,41% atau 1.187,04 poin dan ditutup di level 7.048,22 pada 31 Maret 2026.
Wawan menyebut koreksi unitlink saham memang dalam, tetapi masih lebih baik dibandingkan kinerja IHSG. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan investasi pada unitlink saham memiliki risiko yang lebih terjaga dibanding paparan langsung ke indeks. Hal ini menjadi salah satu penjelas mengapa penurunan produk unitlink saham tidak sedalam pelemahan pasar saham acuan.
Segmen lain ikut melemah, prospek jangka pendek menantang
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut pada data Infovesta, unitlink berbasis campuran juga melemah dengan rata-rata return terkontraksi 4,43% per Maret 2026. Unitlink pendapatan tetap mencatat rata-rata return terkontraksi 1,55% pada periode yang sama. Sementara itu, hanya unitlink pasar uang yang masih membukukan kinerja positif, dengan rata-rata return 0,74% per Maret 2026.
Wawan memperkirakan kinerja unitlink saham pada tahun ini masih cukup menantang karena ketidakpastian geopolitik tetap tinggi. Ia mengatakan bila konflik berlanjut dan mendorong harga minyak naik, maka peluang unitlink saham mencatat return positif dalam jangka pendek menjadi lebih terbatas. Meski demikian, ia menilai investor dengan strategi investasi berkala dan horizon jangka panjang dapat memanfaatkan valuasi yang lebih murah pada fase koreksi saat ini.
Dampak bagi industri asuransi investasi di Indonesia
Pelemahan serentak pada mayoritas kategori unitlink menunjukkan tekanan pasar tidak hanya terbatas pada produk berbasis saham. Bagi industri asuransi dan manajer investasi, kondisi ini dapat mendorong penyesuaian strategi alokasi aset serta komunikasi risiko kepada nasabah. Di pasar Indonesia, pergeseran minat ke instrumen yang lebih defensif berpotensi menguat apabila volatilitas eksternal masih bertahan.
Dalam jangka dekat, arah pasar unitlink akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik dan pergerakan harga energi global. Jika sentimen membaik, produk berbasis saham berpeluang pulih seiring stabilisasi IHSG. Namun selama ketidakpastian masih tinggi, produk berisiko rendah kemungkinan tetap menjadi penopang utama kinerja industri.
Sebelumnya, kami melaporkan data OJK yang menunjukkan premi produk unitlink mencapai Rp 7,89 triliun per Februari 2026, naik 5,17% secara tahunan. OJK menilai unitlink masih menjadi kontributor penting bagi asuransi jiwa, tetapi memperkirakan pertumbuhan ke depan lebih moderat dan selektif dengan penekanan pada tata kelola, transparansi, serta kesesuaian profil risiko nasabah.
Berita FBS Terbaru
- Forex
- Crypto