OCBC NISP tetapkan dividen tunai Rp1,03 triliun untuk tahun buku 2025

OCBC NISP tetapkan dividen tunai Rp1,03 triliun untuk tahun buku 2025
Dividen OCBC NISP 2025

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada 9 April 2026, PT Bank OCBC NISP Tbk menetapkan dividen tunai sebesar Rp1,03 triliun, atau Rp45 per saham, untuk tahun buku 2025. Keputusan ini berarti rasio pembayaran dividen setara 20,42% dari laba bersih, lebih rendah dibanding pembagian atas laba tahun buku 2024. Dengan harga penutupan saham Rp1.365 pada 10 April 2026, potensi dividend yield yang tercermin mencapai sekitar 3,29%.

Sorotan

  • OCBC NISP menetapkan dividen tunai Rp1,03 triliun untuk tahun buku 2025, dibayarkan pada 4 Mei 2026 sesuai keputusan RUPS 9 April 2026.
  • Laba bersih OCBC NISP 2025 tumbuh 4% menjadi Rp5,1 triliun, return on equity stabil di 12,2%, dan total aset naik 10% ke Rp308,1 triliun.
  • Harga saham NISP turun 1,09% ke Rp1.365 per saham setelah pengumuman dividen, dengan yield sebesar 3,29% dan fokus pasar pada penurunan rasio pembagian.

Jadwal pembagian dan dasar keputusan RUPS

Perseroan menyatakan dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 21 April 2026 pukul 16.00 WIB. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 17 April 2026, sedangkan ex dividen untuk pasar yang sama berlangsung pada 20 April 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 21 April 2026 dan ex dividen pada 22 April 2026. Tanggal pembayaran dividen dijadwalkan pada 4 Mei 2026.

Keputusan ini berasal dari RUPS yang digelar pada 9 April 2026 dan diumumkan melalui BEI serta situs resmi perseroan pada 10 April 2026. Dibandingkan pembagian dividen atas tahun buku 2024, nilai rasio pembayaran saat ini turun cukup tajam. Namun, dalam paparan RUPST, perseroan tidak menjelaskan alasan spesifik di balik penurunan rasio pembagian dividen tersebut.

Kinerja 2025 menopang pembagian laba

Pada 2025, laba bersih OCBC NISP tumbuh 4% menjadi Rp5,1 triliun. Perseroan juga mencatat return on equity yang terjaga di level 12,2%, menunjukkan profitabilitas yang tetap stabil. Di saat yang sama, total aset meningkat 10% secara tahunan menjadi Rp308,1 triliun pada akhir 2025.

Direktur Keuangan OCBC, Hartarti, mengatakan perusahaan memiliki modal yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ke depan. Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal atau CAR yang berada di level 24,5%. Posisi permodalan tersebut memberi ruang bagi bank untuk menjaga ekspansi sekaligus tetap menyalurkan sebagian laba kepada pemegang saham.

Dampak bagi investor dan respons pasar

Bagi investor, keputusan ini menunjukkan imbal hasil dividen yang masih terukur, meski rasio pembagiannya lebih rendah dari periode sebelumnya. Dengan acuan harga saham pada penutupan perdagangan 10 April 2026, yield sekitar 3,29% menjadi patokan pasar untuk menilai daya tarik pembagian dividen tahun ini. Fokus investor berikutnya kemungkinan tertuju pada alasan perseroan menahan porsi laba lebih besar di tengah pertumbuhan kinerja yang tetap positif.

Saham NISP pada Jumat, 10 April 2026, ditutup turun 1,09% ke level Rp1.365 per saham. Pergerakan ini terjadi setelah publikasi jadwal dan besaran dividen, di tengah perhatian pasar terhadap keseimbangan antara distribusi laba dan kebutuhan modal untuk ekspansi. Di sektor perbankan, kebijakan dividen seperti ini biasanya dibaca sebagai sinyal strategi manajemen dalam menjaga pertumbuhan jangka menengah.

Kami sebelumnya melaporkan keputusan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk membagikan dividen tunai total Rp52,1 triliun yang disetujui dalam RUPST 2026, termasuk dividen final Rp346 per saham serta dividen interim yang telah dibayarkan pada Januari 2026. Laporan tersebut menyoroti bahwa kebijakan dividen didukung kinerja konsolidasian tahun buku 2025 yang solid, sekaligus menegaskan fokus BRI pada penguatan segmen UMKM dan akselerasi transformasi digital sebagai bagian dari strategi menjaga profitabilitas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.