Indonesia pertahankan peringkat BBB, pemerintah jawab sorotan utang S&P
Pemerintah Indonesia menegaskan disiplin fiskal tetap dijaga setelah S&P Global Ratings menyoroti posisi utang negara dan kerentanan risiko di Asia Tenggara. Kementerian Keuangan menyatakan batas defisit dipertahankan di bawah 3 persen, sementara outlook peringkat kredit Indonesia tetap stabil.
Sorotan
- Pemerintah Indonesia menegaskan defisit fiskal tetap di bawah 3 persen dan menargetkan defisit tahun ini di kisaran 2,8 persen.
- Kinerja penerimaan negara membaik lewat restrukturisasi DJP dan Bea Cukai, dengan pertumbuhan pajak mencapai 30 persen dalam dua bulan pertama 2024.
- S&P mempertahankan peringkat Indonesia di BBB dengan outlook stabil karena disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi triwulan IV yang membaik.
Penjelasan pemerintah atas sorotan fiskal
Menurut keterangan Kementerian Keuangan yang disampaikan di Jakarta pada Kamis, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen.
Purbaya menyebut perhatian S&P atas rasio pembayaran utang terhadap pendapatan dijawab dengan perbaikan kinerja penerimaan negara. Ia mengatakan restrukturisasi internal di Direktorat Jenderal Pajak serta Bea dan Cukai dilakukan agar kinerja pengumpulan pajak dan cukai membaik, dengan pertumbuhan pajak disebut mencapai 30 persen dalam dua bulan tahun ini dan 20 persen pada periode Januari-Maret dibandingkan tahun lalu.
Dampak bagi peringkat dan prospek ekonomi
Purbaya mengatakan respons S&P terhadap fundamental ekonomi Indonesia positif. Ia menyebut lembaga pemeringkat itu mengonfirmasi peringkat Indonesia tetap di level BBB dengan outlook stabil.
Selain kedisiplinan fiskal, S&P juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV yang dinilai lebih baik dari periode sebelumnya. Pemerintah juga memberi indikasi defisit berada di kisaran 2,8 persen, yang dinilai memperkuat pandangan bahwa stabilitas fiskal dan prospek pertumbuhan masih terjaga.
Kami sebelumnya melaporkan paparan pemerintah di Washington tentang strategi fiskal dan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dalam pertemuan dengan lembaga internasional, lembaga pemeringkat, dan investor besar, pemerintah menekankan disiplin anggaran serta kesinambungan APBN, yang mendapat respons awal positif dan turut mendorong minat investasi portofolio ke aset keuangan Indonesia.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto