Danantara jajaki perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura
Indonesia menjajaki kerja sama ekonomi bilateral dengan Singapura untuk perdagangan listrik lintas batas sebagai bagian dari agenda transisi energi dan pengembangan industri berkelanjutan. Danantara memimpin pembahasan ini sambil membidik investasi baru yang diharapkan memberi efek rambatan bagi perekonomian nasional.
Sorotan
- Danantara membahas kemungkinan perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura dalam pertemuan dengan PM Lawrence Wong dan Wapres Gan Kim Yong pada 21 April 2026.
- Aliran investasi Singapura ke Indonesia mencapai USD75,5 miliar dalam lima tahun terakhir, memperkuat posisinya sebagai investor terbesar di Indonesia.
- Investasi Singapura ke Indonesia telah menciptakan hampir 820 ribu lapangan kerja lokal, dengan CBET berpotensi memperluas manfaat ekonomi lintas sektor.
Pembahasan kerja sama dan agenda investasi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pembahasan ini mengemuka setelah pimpinan Danantara melakukan lawatan ke Singapura pada Selasa, 21 April. CEO Danantara Rosan Roeslani bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong serta Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong untuk membicarakan kemitraan di bidang green growth, industri masa depan, dan tindak lanjut kerja sama perdagangan listrik lintas batas.Dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Instagram resmi pada Rabu, 22 April 2026, Rosan mengatakan pembicaraan juga mencakup dukungan terhadap agenda transisi energi dan pembangunan industri berkelanjutan. Fokus itu menempatkan kerja sama CBET sebagai bagian dari hubungan ekonomi yang lebih luas, bukan sekadar proyek kelistrikan tersendiri.
Dampak bagi ekonomi dan industri nasional
Rosan menekankan Singapura tetap menjadi mitra investasi utama bagi Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, aliran modal dari Singapura mencapai USD75,5 miliar, atau sekitar Rp1,29 kuadriliun, sehingga memperkuat posisi negara tersebut sebagai investor terbesar bagi Indonesia.Ia juga menyoroti besarnya kontribusi investasi Singapura ke sektor-sektor yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, terutama manufaktur. Dalam periode lima tahun yang sama, investasi dari Singapura disebut telah menyerap hampir 820 ribu tenaga kerja lokal di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kerja sama baru di sektor energi berpotensi memperluas manfaat ekonomi ke sektor lain.
Minat investor asing terhadap Indonesia pada kuartal I 2026 tetap kuat meski ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global meningkat, sebagaimana kami ulas dalam artikel sebelumnya. Rosan Perkasa Roeslani menyoroti sinyal komitmen dari sejumlah negara—termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok—serta capaian realisasi investasi yang melampaui target, yang ikut memperkuat optimisme terhadap iklim investasi Indonesia.
- Forex
- Crypto