Indonesia catat minat investasi asing tetap kuat di tengah tensi global

Indonesia catat minat investasi asing tetap kuat di tengah tensi global
Investasi asing tetap kuat

Pemerintah menilai ketertarikan investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi saat ketegangan geopolitik dan geoekonomi global meningkat. Penilaian itu disampaikan setelah laporan perkembangan realisasi investasi nasional kuartal I 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Sorotan

  • Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani melaporkan minat investasi global ke Indonesia tetap kuat meski dinamika global menguat pada kuartal I 2026.
  • Komitmen investasi dari Jepang mendekati U.S.$30 miliar, sementara dari Korea Selatan tercatat sekitar U.S.$10 miliar per laporan terbaru.
  • Investasi dari Tiongkok ke Indonesia tetap tinggi dan konsisten, menegaskan daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sinyal minat investor dari kunjungan luar negeri

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan dinamika global, termasuk perang dan ketidakpastian ekonomi, tidak mengurangi minat investor global untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 21 April 2026, untuk melaporkan perkembangan realisasi investasi nasional pada kuartal I 2026.

Rosan mengatakan optimisme tersebut terlihat dari rangkaian kunjungan kerja dan pertemuan dengan pelaku usaha global di sejumlah negara, termasuk Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam forum besar maupun pertemuan terbatas bersama Presiden, Indonesia disebut masih menjadi tujuan investasi utama bagi para investor tersebut.

Komitmen investasi per negara dan implikasinya

Menurut Rosan, sejumlah komitmen yang dihimpun menunjukkan nilai yang signifikan. Dari Jepang, potensi investasi yang tercatat mendekati U.S.$30 miliar, sementara dari Korea Selatan mencapai sekitar U.S.$10 miliar.

Ia juga menyebut investasi dari Tiongkok tetap tinggi dan konsisten. Sinyal ini menunjukkan Indonesia masih mempertahankan daya tariknya di mata investor asing, bahkan ketika lingkungan eksternal dibayangi konflik dan ketidakpastian ekonomi global.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang realisasi investasi kuartal I 2026, pemerintah mencatat capaian Rp498,79 triliun atau 100,36% dari target, dengan porsi investasi asing Rp249,94 triliun dan penyerapan 706.569 tenaga kerja. Kami juga menyoroti sebaran investasi yang relatif seimbang antara Jawa dan luar Jawa serta dominasi aliran dana ke industri logam dasar, di tengah pernyataan bahwa minat investor tetap kuat meski kondisi global tidak pasti.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.