Indonesia lampaui target investasi kuartal I 2026

Indonesia lampaui target investasi kuartal I 2026
Investasi RI Lampaui Target

Pemerintah Indonesia mencatat realisasi investasi sebesar Rp498,79 triliun pada kuartal I 2026, sedikit di atas target Rp497 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan 7,22 persen secara tahunan dan menyerap 706.569 tenaga kerja, saat minat investor asing disebut tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

Sorotan

  • Realisasi investasi kuartal I 2026 mencapai 100,36 persen dari target pemerintah, dengan nilai investasi asing Rp249,94 triliun.
  • Komposisi penanaman modal relatif seimbang, 50,37 persen investasi di luar Jawa dan 49,63 persen di Jawa, didominasi sektor industri logam dasar.
  • Target investasi nasional 2025-2029 dinaikkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun dari capaian Rp9.100 triliun periode 2014-2024, menuntut konsistensi momentum investasi.

Capaian investasi dan komposisi penanaman modal

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, pada Selasa, 21/6/2026. Ia menyebut realisasi investasi pada tiga bulan pertama 2026 telah mencapai 100,36 persen dari target kuartalan yang ditetapkan pemerintah.

Rosan mengatakan komposisi penanaman modal pada periode itu relatif seimbang antara investasi domestik dan asing. Nilai investasi asing tercatat mencapai Rp249,94 triliun, sementara penyebaran investasi secara wilayah juga dinilai cukup merata dengan porsi 50,37 persen di luar Jawa dan 49,63 persen di Jawa.

Dari sisi sektor, investasi paling banyak mengalir ke industri logam dasar atau barang logam seperti smelter, disusul jasa, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Dampak terhadap target nasional dan iklim investasi

Pejabat yang juga menjabat CEO Danantara itu mengatakan minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi. Menurut dia, arus investasi yang masuk masih berjalan sesuai rencana pemerintah, bahkan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Ia juga memaparkan tren jangka panjang investasi nasional yang terus naik. Total investasi pada periode 2014-2024 mencapai sekitar Rp9.100 triliun, sedangkan target untuk 2025-2029 meningkat menjadi lebih dari Rp13.000 triliun, menandakan kebutuhan pemerintah untuk menjaga momentum investasi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Roadshow pemerintah menemui investor besar di AS menyoroti upaya menjaga kepercayaan pasar pada disiplin fiskal Indonesia, khususnya komitmen mempertahankan batas defisit 3% di tengah kenaikan subsidi dan ketidakpastian global. Dalam artikel kami sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN masih kuat dengan bantalan fiskal sekitar Rp420 triliun serta menolak opsi pinjaman dari IMF dan World Bank, sebagai sinyal stabilitas kebijakan bagi investor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.