Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia memulai pekan dengan sentimen positif saat IHSG dibuka naik ke level 7.158 pada Senin, 27/4/2026. Dalam menit awal perdagangan, penguatan meluas ke sejumlah indeks utama dan mayoritas saham bergerak di zona hijau dengan nilai transaksi awal mencapai Rp811 miliar.
Sorotan
- IHSG dibuka menguat 0,41 persen ke 7.158 dan naik 0,84 persen ke 7.189 satu menit kemudian pada perdagangan Senin.
- Volume transaksi awal mencapai 1,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp811 miliar, serta 368 saham menguat dan 187 saham melemah.
- Penguatan IHSG didorong mayoritas sektor di zona hijau, dengan saham XILV, ESIP, dan BRNA memimpin daftar top gainers.
Kinerja awal indeks dan aktivitas transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka menguat 0,41 persen ke level 7.158 pada perdagangan Senin. Setelah satu menit berjalan, indeks melanjutkan kenaikan 0,84 persen ke 7.189, dengan 368 saham menguat, 187 saham melemah, dan 404 saham bergerak stagnan.Volume transaksi awal tercatat 1,4 miliar lembar saham dengan nilai Rp811 miliar. Penguatan juga terlihat pada indeks LQ45 yang naik 0,60 persen ke 694, indeks JII yang bertambah 1,03 persen ke 487, indeks MNC36 yang menguat 0,37 persen ke 301, serta IDX30 yang naik 0,29 persen ke 383.
Dorongan sektoral dan saham penggerak
Sebagian besar indeks sektoral berada di zona hijau pada awal sesi, termasuk energi, konsumer siklikal, industri, infrastruktur, properti, transportasi, keuangan, bahan baku, dan teknologi. Di sisi lain, sektor konsumer non siklikal dan kesehatan bergerak melemah.Tiga saham yang memimpin daftar top gainers pada awal perdagangan adalah PT Insigt Investment Management Tbk (XILV), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), dan PT Berlina Tbk (BRNA). Pergerakan ini menunjukkan minat beli tersebar di sejumlah sektor pada pembukaan pasar awal pekan.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang tekanan IHSG pada pekan perdagangan singkat, kami menyoroti potensi lanjutan pelemahan indeks setelah koreksi tajam, dipicu sentimen risk-off global, depresiasi rupiah, serta arus jual bersih investor asing. Kami juga mencatat bahwa ketegangan di Timur Tengah dan pembekuan rebalancing MSCI hingga Mei 2026 menambah ketidakpastian, sehingga level support menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Berita Stock indexes Terbaru
- Forex
- Crypto