Harga pangan Indonesia bergerak, minyak goreng capai Rp23.709 per liter
Pergerakan harga pangan nasional mewarnai awal pekan pada Senin, 27 April 2026, dengan sejumlah komoditas pokok naik sementara lainnya turun atau stagnan. Data ini mencerminkan perubahan pada bahan pangan utama yang menjadi acuan konsumen dan pelaku perdagangan ritel di berbagai daerah.
Sorotan
- Bawang merah turun 0,32 persen menjadi Rp46.100 per kg, sedangkan beras kualitas bawah I naik 0,34 persen ke Rp14.600 per kg per 27 April 2026.
- Cabai merah besar naik 2,2 persen ke Rp48.750 per kg, sedangkan cabai rawit merah turun 6,22 persen menjadi Rp64.050 per kg.
- Minyak goreng mencapai Rp23.709 per liter, menandai tekanan pasokan meski rincian pergerakannya tidak terjabarkan dalam data PIHPS.
Pergerakan komoditas utama per 27 April 2026
Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, bawang merah turun 0,32 persen menjadi Rp46.100 per kg, sementara bawang putih tetap Rp39.700 per kg. Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II stagnan di Rp14.550 per kg.Beras kualitas medium I tetap Rp16.100 per kg dan medium II Rp15.950 per kg. Untuk beras kualitas super, harga super I tidak berubah di Rp17.350 per kg dan super II tetap Rp16.900 per kg.
Di kelompok hortikultura, cabai merah besar naik 2,2 persen menjadi Rp48.750 per kg dan cabai merah keriting naik 0,54 persen menjadi Rp46.750 per kg. Sebaliknya, cabai rawit hijau turun 0,1 persen menjadi Rp49.000 per kg, sementara cabai rawit merah turun 6,22 persen menjadi Rp64.050 per kg.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan pergerakan beragam. Daging ayam ras segar turun 1,63 persen menjadi Rp39.200 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I naik 0,17 persen menjadi Rp148.150 per kg dan daging sapi kualitas II naik 0,21 persen menjadi Rp140.100 per kg. Gula pasir kualitas premium tercatat stagnan di Rp20.250 per kg.
Minyak goreng dalam judul sumber disebut menembus Rp23.709 per liter, namun rincian pergerakannya tidak dijabarkan lebih lanjut dalam data yang disertakan pada naskah ini.
Dampak bagi pasar konsumen dan perdagangan
Perubahan harga yang campuran ini menunjukkan tekanan pasokan dan permintaan belum bergerak seragam di seluruh kelompok pangan. Bagi rumah tangga, kenaikan pada beras tertentu, cabai, dan daging sapi dapat memengaruhi belanja harian, sementara penurunan pada bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam memberi sedikit ruang penyesuaian pengeluaran.Bagi pedagang dan pelaku distribusi pangan, data harian PIHPS menjadi rujukan untuk membaca arah harga jangka pendek dan menyesuaikan stok. Fluktuasi antar komoditas juga menandakan bahwa stabilisasi harga pangan tetap bergantung pada kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan di pasar nasional.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang rekor cadangan beras pemerintah di Bulog, stok nasional disebut telah menembus sekitar 5 juta ton pada akhir April 2026 dan dinilai memperkuat ketahanan pangan. Namun, kami juga menyoroti keterbatasan kapasitas gudang Bulog yang memicu kebutuhan sewa gudang tambahan, serta pentingnya pengelolaan distribusi dan intervensi pasar agar surplus stok benar-benar tercermin pada stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Berita Cigna Terbaru
- Forex
- Crypto