Sucor AM dan Hana Bank perluas distribusi reksa dana di Indonesia

Sucor AM dan Hana Bank perluas distribusi reksa dana di Indonesia
Kolaborasi reksa dana baru

Kolaborasi distribusi produk investasi kembali berkembang di sektor perbankan Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan nasabah atas instrumen yang mudah diakses dan sesuai profil risiko. Sucor Asset Management menggandeng PT Bank KEB Hana Indonesia sebagai agen penjual efek reksa dana untuk memperluas jangkauan empat produk reksa dana kepada nasabah ritel.

Sorotan

  • Sucor AM dan Hana Bank menjalin kerja sama distribusi empat produk reksa dana—termasuk Money Market, Bond, Premium, dan Equity Fund—melalui kantor cabang dan aplikasi MyHana Mobile Banking.
  • Kolaborasi ini menambah kanal distribusi reksa dana, memperluas akses investasi ritel dan mendukung pertumbuhan industri pasar modal Indonesia.
  • Sucor AM menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi dan inovasi produk investasi, meningkatkan persaingan distribusi wealth management di perbankan nasional.

Skema kerja sama dan kanal distribusi

Seperti dilaporkan KONTAN, kerja sama ini menempatkan Hana Bank sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana untuk memasarkan empat produk Sucor AM, yaitu Sucorinvest Money Market Fund, Sucorinvest Bond Fund, Sucorinvest Premium Fund, dan Sucorinvest Equity Fund. Rangkaian produk itu mencakup instrumen pasar uang, obligasi, hingga saham, sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko nasabah.

Direktur Sales & Distribution Sucor AM, Upik Susiyawati, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi investasi yang relevan dan mudah diakses masyarakat. Ia menyatakan Sucor AM berharap lebih banyak investor dapat menjangkau produk reksa dana yang dikelola secara profesional melalui jaringan Hana Bank.

Nasabah dapat mulai mengakses produk reksa dana itu melalui jaringan kantor Hana Bank maupun aplikasi MyHana Mobile Banking. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur Hana AIdvisor yang membantu memberikan gambaran portofolio investasi kepada nasabah untuk mendukung hasil investasi yang optimal.

Dampak bagi nasabah dan industri pasar modal

Chief Personal Banking Officer Hana Bank, Stefen Loekito, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya bank untuk menghadirkan pilihan produk investasi yang lebih lengkap bagi nasabah. Menurut dia, reksa dana dapat menjadi salah satu pilihan di tengah kondisi pasar yang dinamis karena menawarkan portofolio yang terdiversifikasi dan dikelola manajer investasi berlisensi atau bersertifikasi.

Bagi nasabah ritel, penambahan kanal distribusi ini memperluas akses terhadap produk investasi untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah tersebut juga berpotensi mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi terencana melalui reksa dana, sekaligus mendukung pertumbuhan industri pasar modal Indonesia.

Ke depan, Sucor AM menyatakan tetap berkomitmen memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan produk dan layanan investasi yang inovatif. Strategi itu menegaskan persaingan distribusi produk wealth management di perbankan masih berlanjut seiring upaya memperdalam basis investor domestik.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang target kontribusi pasar modal untuk kebutuhan investasi nasional 2025–2029, kami menyoroti proyeksi kebutuhan investasi Rp47.573 triliun dan peran pasar modal yang ditargetkan menyumbang Rp1.812 triliun melalui agenda reformasi integritas. Artikel itu juga mencatat jumlah investor pasar modal yang mencapai 26,12 juta, dengan mayoritas berasal dari industri reksa dana, sebagai sinyal penguatan basis pembiayaan domestik. Konteks ini relevan dengan ekspansi distribusi reksa dana di perbankan yang memperluas akses investor ritel ke produk pasar modal.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.