Indonesia jaga pertumbuhan ekonomi 5 persen di tengah eskalasi global

Indonesia jaga pertumbuhan ekonomi 5 persen di tengah eskalasi global
Ekonomi RI Tahan Tekanan

Pemerintah Indonesia menekankan perlunya menjaga momentum ekonomi nasional saat tekanan global meningkat dan berpotensi memengaruhi stabilitas domestik. Di Jakarta pada 28 April 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan pertumbuhan di kisaran 5 persen menjadi capaian strategis yang harus dipertahankan bersama.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia menegaskan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tetap dijaga di tengah risiko eksternal dan dinamika global yang meningkat.
  • Koordinasi lintas kementerian melibatkan sektor energi, pangan, tenaga kerja, jasa keuangan, dan BUMN untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
  • Kebijakan dan agenda seperti Astacita terus dijalankan guna memitigasi risiko, menjaga stabilitas ekonomi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap tekanan eksternal.

Koordinasi lintas lembaga untuk mitigasi risiko

Seperti dilaporkan Kompas.com, penegasan itu disampaikan Listyo Sigit Prabowo setelah mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas dampak dinamika global terhadap kondisi dalam negeri. Dalam jumpa pers di Mabes Polri, ia mengatakan pemerintah terus mendorong agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di level tersebut.

Ia menilai target itu perlu dijaga di tengah berbagai risiko eksternal yang bisa menekan stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, program kebijakan pemerintah, termasuk agenda Astacita, terus dijalankan untuk menopang pertumbuhan sekaligus memitigasi risiko yang mungkin timbul.

Dalam rapat itu, pimpinan kementerian dan lembaga juga memaparkan kondisi terkini serta langkah antisipasi yang telah dan akan dilakukan. Paparan tersebut, menurut Sigit, menunjukkan Indonesia masih memiliki ketahanan ekonomi yang cukup baik, meski kewaspadaan tetap diperlukan karena situasi global masih dinamis.

Dukungan sektor strategis terhadap ketahanan nasional

Rapat itu dihadiri sejumlah pejabat dan lembaga yang terkait dengan sektor-sektor utama perekonomian, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kementerian Dalam Negeri, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, hingga Pertamina.

Keterlibatan otoritas energi, pangan, tenaga kerja, pemerintah dalam negeri, jasa keuangan, dan BUMN energi menunjukkan bahwa respons pemerintah mencakup berbagai jalur pengaman ekonomi. Pendekatan ini penting untuk menjaga ketahanan nasional ketika gejolak global berisiko menekan aktivitas usaha, pasar keuangan, dan daya tahan sektor riil.

Sigit menegaskan capaian yang telah dijalankan pemerintah harus terus dipertahankan sambil tetap waspada terhadap eskalasi global. Sikap itu menempatkan stabilitas ekonomi sebagai salah satu fokus utama koordinasi lintas lembaga pada tahap ketidakpastian eksternal saat ini.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, kami membahas langkah pemerintah dan Kapolri dalam memetakan risiko dampak eskalasi global terhadap kondisi domestik. Fokusnya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sambil memperkuat stabilitas nasional di sektor-sektor strategis. Pembahasan juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan respons antarsektor yang tetap terkoordinasi agar mitigasi berjalan efektif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.