BRI imbau investor fokus pada dividen dan fundamental di tengah koreksi saham BBRI
Di tengah tekanan harga saham BBRI sepanjang tahun berjalan, BRI meminta investor menjaga perspektif jangka panjang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi harian pasar. Perseroan menilai kekuatan fundamental dan imbal hasil dividen tetap menjadi pertimbangan utama, terutama bagi pemegang saham dengan horizon investasi 5 hingga 20 tahun.
Sorotan
- BBRI mengalami koreksi saham year-to-date sekitar 15 persen hingga 16 persen di tengah sentimen makro global yang masih bergejolak.
- Manajemen BRI menyoroti dividend yield sekitar 10 persen hingga 11 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan deposito dan reksa dana pasar uang.
- BRI memperkirakan saham dengan fundamental kuat seperti BBRI akan pulih seiring perbaikan makroekonomi global dan domestik.
Pesan manajemen di tengah volatilitas pasar
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi menyampaikan bahwa koreksi saham BBRI di kisaran 15 persen hingga 16 persen secara year-to-date tidak perlu disikapi dengan kepanikan. Dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 30/4/2026, ia mengatakan pergerakan naik turun saham merupakan hal yang wajar di pasar modal, khususnya ketika sentimen makro global masih memengaruhi perdagangan.Hery menekankan investor berorientasi menengah hingga panjang sebaiknya lebih memperhatikan kualitas fundamental perusahaan dibanding perubahan harga dalam jangka pendek. Menurutnya, fokus berlebihan pada volatilitas harian justru dapat mendorong tekanan psikologis yang tidak perlu bagi investor saham blue chip.
Dividen dan prospek pemulihan menjadi perhatian
Manajemen BRI juga menyarankan investor mencermati dividend yield yang diberikan perseroan. Hery menyebut kinerja laba yang solid memungkinkan BRI menawarkan tingkat pengembalian sekitar 10 persen hingga 11 persen per tahun, angka yang ia bandingkan lebih tinggi daripada deposito sekitar 7 persen serta reksa dana pasar uang sekitar 5,5 persen hingga 6 persen.Ia juga meyakini saham emiten dengan fundamental kuat akan kembali naik ketika kondisi makroekonomi global dan domestik membaik. Dalam pandangan perseroan, pemulihan lingkungan ekonomi akan membantu harga saham mengikuti penguatan indeks dan kembali mencerminkan kinerja dasar perusahaan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja BRI pada kuartal I-2026, kami membahas penguatan profitabilitas yang ditopang pertumbuhan kredit dan pendapatan bunga, sekaligus perbaikan kualitas aset. Ulasan itu juga menyoroti turunnya Loan at Risk dan NPL, pertumbuhan dana pihak ketiga, serta tekanan biaya dana dan beban impairment di industri yang dapat memengaruhi prospek perbankan sepanjang 2026.
Berita Terbaru
- Forex
- Crypto