NITC alihkan rute tanker minyak Iran melalui Indonesia di tengah blokade U.S.
Pergerakan kapal tanker super milik Iran di perairan Indonesia menambah perhatian pada gangguan jalur pengiriman minyak setelah blokade U.S. di Teluk Oman. Kapal HUGE disebut membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah dan kini melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.
Sorotan
- NITC mengalihkan rute tanker VLCC HUGE melalui Indonesia dan mematikan AIS sejak 20 Maret untuk menghindari deteksi blokade U.S.
- Lolosnya kapal tanker Iran, seperti HUGE, menunjukkan praktik pengalihan rute dan ship-to-ship transfer demi terus mengirim minyak ke China.
- Pemerintah Indonesia memantau ketat kapal tanker Iran di perairannya, menegaskan aktivitas masih sesuai hukum internasional dan meningkatkan koordinasi diplomatik.
Pelacakan kapal dan perubahan rute
TankerTrackers melaporkan kapal VLCC HUGE milik National Iranian Tanker Company, NITC, mematikan Sistem Identifikasi Otomatis, AIS, sejak 20 Maret saat meninggalkan Selat Malaka menuju Iran, sebagai upaya menghindari deteksi. Kapal itu sebelumnya terpantau berada di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan lalu sebelum posisinya diketahui bergerak melalui Indonesia.Salah satu pendiri TankerTrackers.com, Samir Madani, mengatakan lolosnya HUGE dari deteksi menunjukkan bagaimana kapal tanker Iran dapat menghindari blokade U.S. Menurut dia, sejumlah kapal memilih rute lebih jauh untuk mengirim pasokan minyak ke China, termasuk dengan menyusuri pantai Pakistan dan India menuju area yang relatif aman di sekitar Selat Malaka, tempat muatan biasanya dipindahkan ke kapal lain.
Madani juga menilai kapal-kapal tanker Iran yang terhambat blokade bisa mencoba melakukan pelarian massal. Ia mengatakan Iran kemungkinan menunggu kesempatan untuk bergerak lebih agresif setelah menambah kapasitas penyimpanan dekat perbatasan Pakistan.
Dampak bagi pengawasan pelayaran Indonesia
Kementerian Luar Negeri menyatakan keberadaan kapal HUGE di perairan Indonesia masih berada dalam koridor hukum internasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah sedang melakukan verifikasi lapangan, koordinasi internal, dan pemantauan ketat melalui jalur diplomatik.Menurut Yvonne, Indonesia memandang kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional. Pemerintah juga mencatat laporan mengenai keberadaan kapal asing di perairan Indonesia dan menyatakan akan terus memantau situasi serta berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat.
Blokade U.S. di Teluk Oman berlangsung sejak Senin, 13 April 2026, untuk menghalangi kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran setelah negosiasi U.S. dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Situasi ini menempatkan perairan Indonesia, khususnya jalur strategis seperti Selat Lombok dan Kepulauan Riau, dalam sorotan industri pelayaran dan perdagangan energi regional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dampak ketegangan AS–Iran terhadap ekonomi global, kami menyoroti bagaimana penutupan Selat Hormuz dan gangguan rantai pasok energi meningkatkan ketidakpastian harga minyak. Kami juga mencatat OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga, meski risiko eksternal—termasuk tekanan inflasi global dan pengetatan kebijakan moneter—masih tinggi.
Berita Nemetschek Terbaru
- Forex
- Crypto