Indonesia catat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, investasi makin besar menopang ekspansi

Indonesia catat pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, investasi makin besar menopang ekspansi
Ekonomi tumbuh, investasi naik

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen di tengah tekanan global yang masih berlangsung. Kinerja ini ditopang konsumsi domestik yang tetap kuat dan kenaikan porsi investasi dalam pembentukan pertumbuhan nasional.

Sorotan

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tercatat 5,61 persen, didorong konsumsi domestik sebagai kontributor utama.
  • Kontribusi investasi pada pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 1,79 persen atau sekitar 31–32 persen dari total pertumbuhan nasional.
  • Porsi investasi naik dari 27–28 persen pada tahun-tahun sebelumnya menjadi hampir 32 persen, memperkuat peran sebagai penopang ekspansi ekonomi.

Pendorong pertumbuhan pada awal 2026

Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan konsumsi domestik masih menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026. Ia menambahkan investasi kini menjadi penopang kedua yang semakin signifikan dalam struktur pertumbuhan tersebut.

Dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jumat 8 Mei 2026, Rosan menyebut kontribusi investasi mencapai sekitar 1,79 persen dari total pertumbuhan ekonomi 5,61 persen. Porsi itu setara sekitar 31 hingga 32 persen dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran investasi kian menguat

Rosan menilai kenaikan kontribusi investasi menunjukkan perubahan penting dalam sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kontribusi investasi masih berada di kisaran 27 hingga 28 persen, sejak tahun lalu angkanya naik menjadi sekitar 30 persen dan kini kembali meningkat mendekati 32 persen.

Kenaikan tersebut memperlihatkan peran investasi yang makin besar dalam menopang ekspansi ekonomi nasional, di samping konsumsi rumah tangga yang tetap dominan. Bagi sektor usaha dan pembuat kebijakan, tren ini menunjukkan penguatan basis pertumbuhan yang lebih luas saat ekonomi domestik menghadapi berbagai tantangan global.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 6% pada akhir 2026, kami mengulas strategi pemerintah menggenjot ekonomi lewat kebijakan fiskal yang ekspansif dan stimulus mulai kuartal II. Kami juga menyoroti fokus menjaga daya beli melalui bantuan sosial dan program makanan bergizi gratis agar konsumsi rumah tangga tetap menjadi mesin utama pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.