BEI catat tekanan jual domestik seret ratusan saham, INCO dan SDMU masuk daftar pelemahan terdalam
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada 4-8 Mei 2026 bergerak di bawah tekanan setelah aksi jual bersih investor domestik mencapai Rp12,27 triliun dalam sepekan. Kondisi itu menekan 482 emiten, meski aktivitas transaksi harian pada periode yang sama justru meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
Sorotan
- Sebanyak 341 saham di Bursa Efek Indonesia terkoreksi lebih dari 2 persen pekan ini, menunjukkan tekanan jual lebih dominan ketimbang penguatan.
- PT Paramita Bangun Sarana turun 26,09 persen, PT Vale Indonesia (INCO) terkoreksi 20,9 persen, dan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) melemah 20,63 persen pekan ini.
- Volume transaksi harian mencapai 45,85 miliar lembar saham naik 23,57 persen, sementara nilai transaksi Rp23,05 triliun meningkat 26,14 persen, didominasi aksi jual domestik.
Pergerakan saham dan sumber tekanan pekan ini
Seperti dilaporkan Bursa Efek Indonesia, sebanyak 197 saham naik lebih dari 2 persen pada pekan ini, sementara 112 saham menguat di kisaran 0-2 persen. Di sisi lain, 341 saham terkoreksi lebih dari 2 persen dan 141 saham melemah di rentang 0-2 persen, mencerminkan tekanan pasar yang lebih dominan daripada penguatan.Saham dengan penurunan terdalam antara lain PT Paramita Bangun Sarana yang turun 26,09 persen dari 1.150 pada pekan sebelumnya menjadi 850 pada penutupan pekan ini. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) melemah 24,35 persen dari 1.910 menjadi 1.445, disusul PT Vale Indonesia (INCO) yang terkoreksi 20,9 persen dari 6.580 menjadi 5.425.
PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) juga turun 20,63 persen dari 126 menjadi 100, sedangkan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) melemah 19 persen dari 100 menjadi 81. Sejumlah saham lain yang mencatat penurunan di kisaran 18 persen meliputi ASLI yang tertekan 18,92 persen ke 300, DSSA turun 18,89 persen ke 1.310, AADI melemah 18,75 persen ke 9.425, ASDM turun 18,7 persen ke 500, dan LCKM turun 18,66 persen ke 109.
Aktivitas transaksi meningkat di tengah dominasi aksi jual
Meski pasar berada dalam tekanan, transaksi harian pada pekan ini tergolong lebih aktif dibandingkan pekan sebelumnya. Data menunjukkan volume transaksi harian mencapai sekitar 45,85 miliar lembar saham, naik 23,57 persen dari periode sebelumnya.Secara nilai, total transaksi tercatat Rp23,05 triliun atau meningkat 26,14 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Namun peningkatan aktivitas tersebut masih didominasi oleh aksi jual, terutama dari investor domestik, sehingga tekanan terhadap pergerakan harga saham tetap berlanjut di pasar.
Kinerja return unitlink berbasis saham Indonesia kami sebelumnya soroti sebagai yang paling tertekan hingga April 2026, dengan kontraksi rata-rata 4,75% secara year to date seiring pelemahan IHSG. Dalam ulasan tersebut, unitlink campuran dan pendapatan tetap juga masih minus, sementara unitlink pasar uang justru tetap positif berkat dominasi deposito dan surat utang jangka pendek serta suku bunga BI di 4,75%.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto