Industri multifinance bukukan laba Rp 5,99 triliun hingga Maret 2026
Kinerja industri pembiayaan pada awal 2026 menunjukkan pertumbuhan laba seiring membaiknya kualitas pembiayaan dan naiknya pendapatan. Hingga Maret 2026, laba industri multifinance mencapai Rp 5,99 triliun, naik 6,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sorotan
- Industri multifinance membukukan laba Rp 5,99 triliun hingga Maret 2026, ditopang pertumbuhan pendapatan dan perbaikan kualitas pembiayaan menurut OJK.
- PT Clipan Finance Indonesia Tbk mencatat laba bersih Rp 59,33 miliar per Maret 2026, melonjak 69,32% yoy, didorong efisiensi dan pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas.
- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk membukukan laba bersih Rp 484 miliar per Maret 2026, naik 26% yoy, berkat penurunan beban provisi 7% dan bunga 5%.
Pertumbuhan laba industri dan kontributor utama
KONTAN Indonesia melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan pertumbuhan laba industri multifinance ditopang oleh peningkatan pendapatan serta perbaikan kualitas pembiayaan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan hal itu dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK pada Kamis, 7 Mei.
Di antara perusahaan yang mencatat pertumbuhan di atas rata-rata industri, PT Clipan Finance Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp 59,33 miliar per Maret 2026, atau naik 69,32% secara tahunan. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan kenaikan itu didorong kombinasi pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, pengelolaan aset yang prudent, serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk juga mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp 484 miliar per Maret 2026, tumbuh 26% secara tahunan. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pertumbuhan tersebut terutama didukung penurunan beban provisi 7% dan beban bunga 5%, seiring disiplin pengelolaan risiko serta kualitas portofolio yang tetap terjaga.
Strategi perusahaan menjaga profitabilitas
Untuk sisa tahun ini, Clipan Finance menyatakan akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, dan menjaga efisiensi operasional agar kinerja serta profitabilitas tetap terjaga secara berkelanjutan.Adira Finance menyiapkan ekspansi bisnis secara selektif ke daerah dengan potensi pertumbuhan tinggi di tengah tantangan ekonomi dan pasar. Perseroan juga mengembangkan bisnis nonotomotif seperti produk multiguna, memperkuat kolaborasi dengan ekosistem grup untuk memperluas basis pelanggan, serta meningkatkan retensi nasabah melalui penawaran produk dan layanan yang lebih relevan.
Pertumbuhan laba industri ini menunjukkan ruang penguatan kinerja sektor multifinance masih terbuka pada 2026, terutama bagi perusahaan yang mampu menjaga kualitas portofolio, menekan biaya pendanaan, dan mengeksekusi ekspansi secara terukur.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance per Maret 2026, kami menyoroti melambatnya penyaluran pembiayaan yang dibarengi kenaikan tipis rasio NPF gross di industri. Kami juga membahas bagaimana pelaku usaha, termasuk Clipan Finance, cenderung menahan ekspansi agresif dan memperketat underwriting serta penagihan untuk menjaga kualitas portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto