Bank Mandiri catat transaksi kartu kredit naik 25% pada kuartal I-2026

Bank Mandiri catat transaksi kartu kredit naik 25% pada kuartal I-2026
Mandiri credit card surges

Di tengah berlanjutnya adopsi transaksi digital dan pemulihan aktivitas ekonomi, bisnis kartu kredit PT Bank Mandiri Tbk menunjukkan pertumbuhan pada tiga bulan pertama 2026. Kenaikan transaksi ini diikuti pertumbuhan baki debet 10,1% secara tahunan dan kualitas aset yang disebut tetap membaik secara bertahap.

Sorotan

  • PT Bank Mandiri Tbk melaporkan transaksi kartu kredit tumbuh 25% yoy pada kuartal I-2026, didorong promosi dan kemudahan cicilan.
  • Bank Mandiri proyeksikan bisnis kartu kredit masih tumbuh positif hingga akhir 2026 seiring adopsi digital dan membaiknya aktivitas ekonomi.
  • Rasio kredit bermasalah kartu kredit mengalami perbaikan berkat strategi akuisisi nasabah yang lebih selektif dan penguatan manajemen risiko.

Pertumbuhan transaksi dan strategi bisnis 2026

Seperti diberitakan KONTAN, PT Bank Mandiri Tbk mencatat transaksi kartu kredit naik 25% secara tahunan pada kuartal I-2026. VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga, terutama pada segmen nasabah konsumtif dan kelas menengah.

Menurut Agus, kenaikan transaksi didorong oleh peningkatan layanan, antusiasme nasabah terhadap berbagai program promosi, serta kemudahan transaksi cicilan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup. Perseroan juga memproyeksikan bisnis kartu kredit masih tumbuh positif hingga akhir 2026, didukung peningkatan adopsi transaksi digital dan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat.

Bank Mandiri menyatakan akan menjaga momentum itu melalui penguatan ekosistem pembayaran, peningkatan kualitas layanan, serta penyediaan program dan fitur yang sesuai kebutuhan nasabah. Perseroan juga terus memperkuat layanan digital, termasuk integrasi kartu kredit dengan aplikasi Livin’ by Mandiri yang memungkinkan transaksi menggunakan QRIS.

Dampak pada kualitas aset dan pengalaman nasabah

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan kartu kredit disebut masih terjaga dan menunjukkan perbaikan bertahap dari bulan ke bulan. Kondisi ini ditopang oleh strategi akuisisi nasabah yang dinilai semakin selektif dan terarah, sehingga kualitas pemegang kartu menjadi lebih baik.

Selain itu, Bank Mandiri memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan pemantauan kualitas portofolio untuk menjaga kesehatan bisnis kartu kredit di tengah tantangan ekonomi. Untuk mendorong penggunaan lebih lanjut, perseroan mengandalkan program cicilan 0% di berbagai merchant domestik dan internasional serta pengembangan berkelanjutan pada ekosistem pembayaran digital guna meningkatkan pengalaman transaksi nasabah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengembangan layanan digital MNC Bank melalui aplikasi MotionBank, kami mengulas bagaimana satu platform dipakai untuk memudahkan transaksi harian seperti transfer, pembayaran, top up e-wallet, hingga pembayaran tagihan. Kami juga menyoroti penambahan fitur yang mendukung gaya hidup cashless dan upaya bank memperluas inklusi keuangan digital melalui peningkatan layanan berkelanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.