Bank Ina Perdana perkuat penyaluran kredit 2026 lewat ritel dan ekosistem grup

Bank Ina Perdana perkuat penyaluran kredit 2026 lewat ritel dan ekosistem grup
Bank Ina fokus kredit ritel

PT Bank Ina Perdana Tbk menyiapkan strategi penyaluran kredit pada 2026 dengan menjaga basis korporasi sekaligus memperluas fokus ke segmen ritel konsumsi. Hingga Maret 2026, outstanding kredit perseroan mencapai Rp 14,78 triliun, dengan pertumbuhan kredit konsumsi menjadi yang tertinggi di tengah penyesuaian pada sebagian sektor usaha.

Sorotan

  • Hingga Maret 2026, komposisi kredit Bank Ina didominasi kredit modal kerja Rp 8,79 triliun, investasi Rp 4,39 triliun, dan konsumsi Rp 1,59 triliun.
  • Kredit konsumsi Bank Ina tumbuh 15,52% secara tahunan, melampaui pertumbuhan kredit investasi yang hanya naik 6,9% dan modal kerja terkoreksi 10,07%.
  • Bank Ina memanfaatkan ekosistem Salim Group untuk ekspansi pembiayaan UKM dan rantai pasok guna menjaga pertumbuhan kredit modal kerja dan memperluas basis debitur.

Strategi ekspansi kredit pada 2026

KONTAN melaporkan Bank Ina Perdana mulai menajamkan penyaluran kredit konsumsi seiring melihat peluang pertumbuhan dari pasar ritel, setelah sejak 2023 masuk ke segmen kredit pemilikan rumah. Wakil Direktur Utama Bank Ina, Yulius Purnama Junaedi, mengatakan kredit konsumsi kini menjadi salah satu area yang dinilai prospektif oleh perseroan.

Hingga Maret 2026, komposisi kredit Bank INA masih didominasi kredit modal kerja sebesar Rp 8,79 triliun, disusul kredit investasi Rp 4,39 triliun, dan kredit konsumsi Rp 1,59 triliun. Namun dari sisi pertumbuhan, kredit konsumsi naik 15,52% secara tahunan, lebih tinggi dibanding kredit investasi yang tumbuh 6,9%, sementara kredit modal kerja terkoreksi 10,07%.

Yulius juga menyoroti konsumsi rumah tangga yang menurut data Badan Pusat Statistik masih tumbuh 5,52% secara tahunan pada kuartal I-2026. Kondisi itu dinilai membuka ruang pertumbuhan lebih lanjut bagi pembiayaan konsumsi dari sektor ritel.

Dukungan ekosistem grup dan fokus sektor prospektif

Selain memperluas kredit ritel, perseroan juga memanfaatkan ekosistem Salim Group untuk membidik segmen UKM dari jaringan usaha grup serta pembiayaan rantai pasok. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga pertumbuhan kredit modal kerja dan memperluas basis debitur di dalam ekosistem yang telah dikenal bank.

Secara keseluruhan, manajemen melihat dunia usaha saat ini berada dalam fase penyesuaian atau rebalancing, ketika beberapa sektor mulai melemah dan sektor lain masih tumbuh. Karena itu, Bank Ina mempertahankan fokus pada industri yang dinilai tetap prospektif untuk menopang kredit investasi, sambil melanjutkan ekspansi pada kredit konsumsi dan pembiayaan berbasis ekosistem grup.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja Bank INA pada kuartal I-2026, kami mencatat lonjakan laba yang ditopang pertumbuhan kredit, kenaikan pendapatan komisi, serta peningkatan pendapatan lainnya. Kami juga menyoroti fokus strategi hybrid banking melalui penguatan layanan digital dan jaringan kantor, termasuk upaya memperbesar dana murah (CASA) untuk mendukung ekspansi ritel dan menjaga pertumbuhan yang selektif serta prudent.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.