KB Bank pangkas fasilitas kredit belum ditarik, fokus perkuat likuiditas
Di tengah pertumbuhan kredit perbankan yang masih berlanjut, PT Bank KB Indonesia Tbk mencatat fasilitas kredit yang belum ditarik turun menjadi Rp 2,71 triliun per Mei 2026. Penurunan ini terjadi saat penyaluran kredit perseroan hanya naik 3,82% secara tahunan menjadi Rp 43,52 triliun, lebih lambat dari pertumbuhan kredit industri perbankan.
Sorotan
- Fasilitas kredit belum ditarik KB Bank per Mei 2026 turun tajam dari Rp 7,31 triliun menjadi Rp 2,71 triliun secara tahunan.
- Undisbursed loan industri perbankan per Mei 2026 naik 12,8% yoy ke Rp 2.576 triliun, didorong pipeline kredit kuat di korporasi dan komersial.
- KB Bank memprioritaskan penguatan likuiditas untuk antisipasi kebutuhan pencairan kredit di tengah risiko naiknya suku bunga dan volatilitas pasar.
Pergerakan kredit dan strategi pencairan
KONTAN melaporkan, fasilitas kredit yang belum ditarik KB Bank per Mei 2026 menyusut dari Rp 7,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 2,71 triliun. Pada saat yang sama, data Bank Indonesia menunjukkan kredit perbankan industri tumbuh 11,51% secara tahunan per Mei 2026, sementara undisbursed loan industri mencapai Rp 2.576 triliun, naik 12,8% secara tahunan.
Wholesale Director KB Bank Widodo Suryadi mengatakan kenaikan undisbursed loan di industri terutama didorong pipeline kredit yang masih kuat sejak akhir tahun lalu, khususnya pada segmen korporasi dan komersial. Ia menilai pencairan kredit masih berlangsung bertahap karena penyesuaian jadwal proyek, penyelesaian proses administrasi, dan kehati-hatian debitur dalam merealisasikan investasi di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Menurut Widodo, ketidakpastian dari faktor eksternal seperti suku bunga global maupun faktor internal seperti prospek permintaan domestik mendorong sebagian pelaku usaha mengambil pendekatan wait and see. Kondisi itu menciptakan jeda antara persetujuan kredit dan pencairan dana, sehingga kenaikan undisbursed loan di industri lebih mencerminkan potensi pertumbuhan kredit pada periode mendatang, meski pencairannya diperkirakan tetap bertahap.
Dampak likuiditas dan sikap selektif bank
Ke depan, KB Bank menyatakan memprioritaskan penguatan likuiditas secara lebih terstruktur dan terkendali untuk mengantisipasi kebutuhan pencairan kredit. Perseroan menilai kenaikan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi masih berisiko memengaruhi kondisi likuiditas di pasar.Meski begitu, bank tetap melihat peluang pencairan kredit, walau ruang pertumbuhannya diperkirakan terbatas dan sangat bergantung pada membaiknya kepastian arah kebijakan ekonomi serta stabilitas pasar. KB Bank juga menegaskan setiap pencairan kredit tetap disesuaikan dengan risk appetite bank agar kualitas aset terjaga di tengah volatilitas pasar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 di industri perbankan, kami mengulas bagaimana OJK masih mengevaluasi usulan penyesuaian target sejumlah bank di tengah tekanan suku bunga, nilai tukar, dan ketidakpastian ekonomi global. Kami juga menyoroti bahwa kredit per Mei 2026 tetap tumbuh 11,51% yoy, sementara undisbursed loan sekitar Rp 2.575 triliun dipandang sebagai ruang ekspansi pembiayaan yang berpotensi memengaruhi arah pertumbuhan kredit pada periode berikutnya.
Berita KB Financial Terbaru
- Forex
- Crypto