KB Bank moderasi target pertumbuhan kredit 2026 di tengah risiko suku bunga dan rupiah

KB Bank moderasi target pertumbuhan kredit 2026 di tengah risiko suku bunga dan rupiah
KB Bank revisi target kredit

Perubahan arah kebijakan kredit KB Bank pada 2026 mencerminkan tekanan makroekonomi yang makin kuat bagi perbankan, terutama dari kenaikan suku bunga dan pelemahan rupiah. Bank ini memilih menjaga kualitas aset dan menyesuaikan target ekspansi agar lebih selaras dengan proyeksi pertumbuhan industri.

Sorotan

  • KB Bank revisi target pertumbuhan kredit RBB 2026 dari 15% menjadi 8%-11% akibat risiko suku bunga dan volatilitas rupiah.
  • Per Mei 2026, kredit KB Bank naik 3,84% yoy ke Rp 43,52 triliun dan DPK tumbuh 6,03% yoy menjadi Rp 44,08 triliun.
  • Bunga deposito KB Bank naik ke kisaran 6% setelah penyesuaian terbaru, menandakan pengetatan biaya dana di tengah persaingan likuiditas.

Penyesuaian target kredit dan fokus kualitas aset

Seperti dilaporkan KONTAN, PT Bank KB Indonesia Tbk akan merevisi target pertumbuhan kredit dalam Rencana Bisnis Bank 2026 setelah menilai perubahan kondisi makroekonomi berpotensi meningkatkan risiko kualitas aset.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan perseroan tidak ingin memaksakan penyaluran kredit hanya untuk mengejar target jika hal itu mengorbankan prinsip kehati-hatian. Menurut dia, pertumbuhan kredit akan dibuat lebih moderat dan tidak lagi semata berorientasi pada volume.

Sebelumnya, KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 15% dalam RBB 2026. Namun target itu kini disesuaikan agar lebih sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri perbankan di kisaran 8% hingga 11% sesuai arahan regulator.

Kunardy menilai tantangan utama saat ini tidak hanya berasal dari kenaikan bunga, tetapi juga volatilitas nilai tukar yang dapat menekan kemampuan debitur, terutama perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor. Karena itu, perseroan memperketat seleksi debitur dan meningkatkan pemantauan atas portofolio kredit yang sudah disalurkan agar kualitasnya tetap terjaga.

Strategi pendanaan dan implikasi bagi persaingan perbankan

Hingga Mei 2026, penyaluran kredit KB Bank tumbuh 3,84% secara tahunan menjadi Rp 43,52 triliun dari Rp 41,92 triliun pada Mei 2025. Pada periode yang sama, dana pihak ketiga naik 6,03% secara tahunan menjadi Rp 44,08 triliun, ditopang pertumbuhan giro, tabungan, dan deposito.

Di sisi pendanaan, KB Bank tetap agresif mengejar pertumbuhan DPK, tetapi menekankan penghimpunan dana berkelanjutan atau sticky fund, bukan dana yang mudah keluar masuk. Perseroan juga memperkuat pembangunan ekosistem nasabah dan mendorong penghimpunan dana murah melalui pengembangan layanan Private Banking Center untuk menekan biaya dana.

Kunardy mengakui bunga deposito ikut naik, dan saat ini bunga deposito KB Bank untuk nasabah individu maupun korporasi berada di kisaran 6% setelah penyesuaian sekitar sepekan terakhir. Sikap menahan pertumbuhan kredit sambil menjaga biaya dana menunjukkan bank berupaya mempertahankan ekspansi yang lebih sehat di tengah kompetisi likuiditas yang semakin ketat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tren kredit dan likuiditas perbankan Indonesia hingga Mei 2026, kami menyoroti pertumbuhan kredit yang menguat dengan rasio NPL yang tetap terjaga. Kami juga mencatat likuiditas yang mulai menurun meski dana pihak ketiga tumbuh kuat, sehingga target industri dan ruang ekspansi kredit semakin bergantung pada pengelolaan risiko serta strategi pendanaan yang lebih selektif.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.