Minyak mentah AS bertahan di atas $100 seiring penurunan inventaris

Minyak mentah AS bertahan di atas $100 seiring penurunan inventaris
USCRUDE

Pasar minyak tetap sangat volatil, dengan WTI diperdagangkan di atas $100 per barel menyusul serangkaian fluktuasi tajam. Pendorong utama di balik kenaikan harga terus berlanjut akibat gangguan pasokan melalui Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan seputar konflik AS-Iran. 

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Dukungan tambahan datang dari rekor penurunan inventaris minyak global dan permintaan yang tangguh dari importir Asia.

Inventaris minyak AS turun lebih cepat dari perkiraan

Data EIA terbaru menunjukkan penurunan mingguan ketiga berturut-turut dalam inventaris minyak mentah komersial AS. Stok turun lebih dari 4 juta barel selama minggu ini, secara signifikan melampaui ekspektasi analis. Pada saat yang sama, ekspor minyak mentah AS dan tingkat utilisasi kilang meningkat, menambah tekanan lebih lanjut pada kondisi pasokan. Penurunan inventaris bensin juga menunjukkan permintaan musiman yang berkelanjutan menjelang puncak musim berkendara musim panas di Amerika Serikat.

Geopolitik terus menambah premi risiko pada harga minyak

Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang membentuk pasar. Analis IEA memperingatkan bahwa gangguan pasokan yang sedang berlangsung melalui Selat Hormuz telah berkontribusi pada penarikan rekor cadangan minyak global. Pasar khawatir bahwa krisis yang berkepanjangan dapat memicu defisit pasokan pada awal musim panas. Pada saat yang sama, meskipun ada revisi turun pada prakiraan permintaan global, pasokan tetap terbatas karena risiko geopolitik dan kebijakan produksi OPEC+ yang berhati-hati.

Prospek teknis dan prakiraan jangka pendek

Dari perspektif teknis, WTI mempertahankan struktur bullish di atas level psikologis $100. Resistance terdekat berada di sekitar $102,5–103, dan penembusan berkelanjutan di atas zona ini dapat memperkuat momentum menuju level tertinggi lokal baru.

Pada saat yang sama, pasar tetap sangat sensitif terhadap berita apa pun terkait Timur Tengah dan negosiasi seputar pemulihan rute pasokan melalui Selat Hormuz, sebagaimana disoroti dalam artikel U.S. crude holds above $100, outlook remains positive. Support terdekat terlihat di dekat area $98–97, dan hanya pergerakan di bawah level ini yang dapat melemahkan momentum bullish saat ini.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.