Tekanan jual langsung mendominasi awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Senin (18/5/2026), mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun tajam dalam menit-menit pertama sesi. Pelemahan ini terjadi saat seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah dan nilai transaksi awal mencapai Rp1,3 triliun.
Sorotan
- IHSG dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke 6.628,98 dan turun hingga 2,56 persen ke 6.551 dalam satu menit pertama.
- Total volume transaksi awal mencapai 1,8 miliar lembar saham senilai Rp1,3 triliun, dengan LQ45 turun 2,16 persen, JII 3,42 persen, MNC36 1,93 persen, dan IDX30 1,82 persen.
- Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, mengindikasikan tekanan pasar luas sejak sesi awal, dengan BPTR, BLUE, dan AKPI sebagai top gainers serta DSSA, TPIA, dan ASPR sebagai top losers.
Pelemahan awal dan pergerakan indeks
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,98 pada perdagangan hari ini. Dalam satu menit pertama, penurunan berlanjut menjadi 2,56 persen ke level 6.551, dengan 113 saham menguat, 462 saham melemah, dan 384 saham stagnan.Volume transaksi awal tercatat 1,8 miliar lembar saham dengan nilai Rp1,3 triliun. Indeks LQ45 turun 2,16 persen ke 643, indeks JII melemah 3,42 persen ke 422, indeks MNC36 turun 1,93 persen ke 283, dan IDX30 turun 1,82 persen ke 364.
Tekanan sektoral dan saham penggerak
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, termasuk energi, konsumer non-siklikal, keuangan, properti, transportasi, industri, teknologi, bahan baku, konsumer siklikal, infrastruktur, dan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan tekanan melebar di berbagai lini pasar pada awal sesi perdagangan.Saham yang memimpin top gainers adalah PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), dan PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI). Di sisi lain, top losers ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pasific Tbk (TPIA), dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR).
Dalam artikel kami sebelumnya tentang rebalancing MSCI Mei 2026, kami membahas bagaimana perubahan konstituen indeks dapat memicu pergeseran arus dana investor pasif dan meningkatkan volatilitas di pasar saham Indonesia. Kami mencatat enam saham—AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT—keluar dari MSCI Global Standard Index, dengan penyesuaian setelah penutupan 29 Mei 2026 dan efektif 1 Juni 2026. Kami juga menyoroti faktor free float dan konsentrasi kepemilikan yang berpotensi menekan likuiditas serta minat investor institusi selama periode rebalancing.
Berita Stock indexes Terbaru
- Forex
- Crypto