Mandiri Sekuritas tunjuk plt direktur utama setelah Oki Ramadhana pimpin INA
Perubahan kepemimpinan terjadi di Mandiri Sekuritas setelah Direktur Utama Oki Ramadhana resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority, INA. Penunjukan itu mendorong perusahaan efek anak usaha Bank Mandiri tersebut menunjuk Alex Widi Kristiono sebagai pelaksana tugas direktur utama sambil menjaga kesinambungan layanan dan pengembangan bisnis.
Sorotan
- Oki Ramadhana resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direktur INA, sementara Mandiri Sekuritas mengangkat Alex Widi Kristiono sebagai Plt Direktur Utama.
- Mandiri Sekuritas mencatat pertumbuhan pendapatan usaha bersih 94% menjadi Rp 409,6 miliar per 30 Maret 2026, dibandingkan Rp 211,7 miliar tahun sebelumnya.
- Pendapatan Mandiri Sekuritas per 30 Maret 2026 didominasi lini Retail 54%, Capital Market 27%, dengan penekanan pada pentingnya stabilitas manajemen untuk ekspansi usaha.
Transisi kepemimpinan dan penunjukan baru
KONTAN melaporkan Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority, INA, resmi menunjuk Oki Ramadhana sebagai Ketua Dewan Direktur. Sejalan dengan perubahan itu, Mandiri Sekuritas menunjuk Alex Widi Kristiono, yang saat ini menjabat Direktur Risk Management and Operations, sebagai Plt Direktur Utama.
Alex menyampaikan selamat kepada Oki Ramadhana atas mandat barunya di INA dan berharap penugasan tersebut berjalan dengan amanah serta sukses. Ia juga menegaskan transisi kepemimpinan berjalan sesuai tata kelola perusahaan yang baik agar layanan kepada nasabah dan pemangku kepentingan lain tetap lancar.
Dalam masa transisi ini, Alex menyatakan Mandiri Sekuritas tetap melanjutkan pengembangan bisnis dengan fokus pada nasabah melalui lini Retail, Capital Market, dan Investment Banking.
Kinerja usaha dan implikasi bagi pasar modal
Mandiri Sekuritas merupakan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk, BMRI, yang beroperasi di industri pasar modal Indonesia sejak 2000. Pergantian pucuk pimpinan terjadi ketika perusahaan masih mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada awal 2026.Per 30 Maret 2026, Mandiri Sekuritas membukukan pendapatan usaha bersih Rp 409,6 miliar, naik 94% dibandingkan Rp 211,7 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Kontribusi terbesar berasal dari lini Retail sebesar 54%, disusul Capital Market 27%, sementara sisanya berasal dari Investment Banking.
Kinerja tersebut menunjukkan basis pendapatan perusahaan tetap ditopang bisnis ritel dan pasar modal, sehingga stabilitas manajemen menjadi penting bagi keberlanjutan ekspansi usaha di sektor sekuritas Indonesia.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang Rapat Umum Anggota AFTECH 2026, kami mengulas fokus asosiasi pada penguatan tata kelola dan penjagaan kepercayaan publik sebagai fondasi pertumbuhan fintech dan lahirnya lebih banyak tech champions di Indonesia. Agenda 2026 juga menekankan integrasi dan kolaborasi, seiring dukungan regulator yang menyoroti peningkatan skala pengguna serta transaksi sebagai indikator inklusi dan kepercayaan. Sorotan ini menegaskan bahwa kepemimpinan dan kepatuhan tata kelola menjadi kunci keberlanjutan industri, selaras dengan pentingnya transisi manajemen yang rapi di pelaku pasar modal.
Berita Interactive Brokers Terbaru
- Forex
- Crypto