Bank Indonesia dan GoPay perkuat literasi keamanan transaksi digital di lingkungan pendidikan
Peningkatan penggunaan layanan keuangan digital mendorong penguatan literasi keuangan dan keamanan transaksi bagi guru serta pelajar yang aktif bertransaksi secara digital. Langkah ini diarahkan untuk menekan risiko berbagai modus penipuan sekaligus membangun kebiasaan transaksi yang aman sejak dini di sekolah.
Sorotan
- Bank Indonesia Provinsi Maluku mendorong guru dan siswa sekolah meningkatkan literasi serta kewaspadaan terhadap risiko penipuan dalam transaksi digital.
- GoPay diapresiasi Bank Indonesia atas kampanye edukasi perlindungan konsumen bertema Kalau Ragu, Stop Dulu di lingkungan pendidikan.
- GoPay memperkuat teknologi keamanan dan mengedukasi publik untuk mendukung ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Edukasi keamanan digital di sekolah
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Maluku memperkuat literasi keamanan bertransaksi di lingkungan pendidikan melalui ajakan kepada guru dan siswa untuk lebih waspada terhadap risiko penipuan digital.Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Dicky Afrianto menegaskan penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/6/2026), ia menyatakan kegiatan ini diharapkan membuat guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga penggerak budaya transaksi aman di sekolah dan masyarakat.
Dukungan industri pembayaran dan dampaknya
Bank Indonesia juga mengapresiasi GoPay sebagai pelaku industri sistem pembayaran yang aktif dalam kampanye edukasi perlindungan konsumen bertema Kalau Ragu, Stop Dulu.Kepala Divisi Kepatuhan GoPay Yogi Harsudiono mengatakan keamanan transaksi pengguna menjadi prioritas perusahaan. Menurut dia, GoPay tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga terus mengedukasi publik sebagai bagian dari perlindungan konsumen, sejalan dengan upaya mendorong ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan transaksi QRIS pada 2026, kami mengulas lonjakan volume transaksi serta peningkatan jumlah merchant dan pengguna yang mendekati target tahunan. Kami juga menyoroti perluasan konektivitas QRIS lintas negara dan meningkatnya penggunaan oleh wisatawan asing, yang dinilai ikut mendorong UMKM, pariwisata, dan akselerasi ekonomi digital.
Berita Global Payments Terbaru
- Forex
- Crypto