BWS bidik ekosistem bisnis Korea untuk dorong ekspansi korporasi di Indonesia

BWS bidik ekosistem bisnis Korea untuk dorong ekspansi korporasi di Indonesia
BWS dorong ekspansi Korea

Bank Woori Saudara melihat keberadaan perusahaan Korea Selatan di Indonesia sebagai ruang pertumbuhan untuk memperkuat bisnis inti dan memperluas basis nasabah korporasi. Dukungan dari induk usahanya, Woori Bank Korea, juga menjadi penopang bagi pembiayaan, likuiditas, dan pengembangan layanan yang menyasar kebutuhan transaksi hingga pendanaan.

Sorotan

  • Per Maret 2026, BWS menyalurkan kredit Rp40,87 triliun dengan 42,28% untuk korporasi, memperkuat ekspansi pada perusahaan Korea di Indonesia.
  • Woori Bank Korea sebagai pemegang saham pengendali 90,75% mendukung penguatan permodalan dan likuiditas BWS, termasuk suntikan U.S. $500 juta pada tahun lalu.
  • Per akhir 2025, modal inti BWS tercatat Rp9,53 triliun, ekuitas Rp10,61 triliun, dan rasio CAR 29,39%, memungkinkan pertumbuhan bisnis selektif dan prudent.

Strategi ekspansi pada nasabah korporasi Korea

KONTAN melaporkan, perseroan menilai posisinya cukup strategis untuk menjembatani kebutuhan layanan keuangan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Direktur BWS Moon Sungwon mengatakan dukungan pemegang saham pengendali memberi perseroan pemahaman atas kebutuhan bisnis perusahaan Korea, mulai dari layanan transaksi, pembiayaan, treasury, trade finance, hingga kebutuhan perbankan karyawan.

Menurut Moon, BWS terus memperkuat perannya sebagai penghubung layanan keuangan antara ekosistem bisnis Korea dan pasar Indonesia. Langkah itu dinilai sejalan dengan strategi perseroan untuk memperkuat bisnis inti secara lebih sehat dan berkualitas.

Hingga Maret 2026, kredit yang disalurkan BWS tercatat Rp40,87 triliun, dengan sekitar 42,28% berasal dari kredit korporasi. Total aset perseroan mencapai Rp54,19 triliun, yang menurut manajemen masih memberi ruang untuk mengembangkan portofolio korporasi secara selektif, termasuk pada perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan Korea.

Dukungan modal dan peluang dana murah

Selain pembiayaan korporasi, BWS juga melihat peluang dari ekosistem karyawan dan rantai pasok perusahaan Korea di Indonesia. Perseroan menilai potensi itu dapat digarap melalui pengembangan layanan digital banking, solusi transaksi, dan produk pendanaan untuk memperluas basis nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah.

Moon mengatakan dukungan Woori Bank Korea menjadi fondasi penting bagi penguatan bisnis BWS, baik dari sisi permodalan, likuiditas, tata kelola, maupun pengembangan usaha. Sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 90,75%, Woori Bank Korea disebut memiliki komitmen jangka panjang terhadap pengembangan BWS di Indonesia.

Pada tahun lalu, Woori Bank Korea mendukung likuiditas BWS melalui suntikan dana sebesar U.S. $500 juta. Sebelumnya, pada 2023, BWS juga melakukan penambahan modal melalui PMHMETD IV yang menghasilkan tambahan modal sekitar Rp3,1 triliun.

Dari sisi fundamental, per akhir 2025 modal inti perseroan tercatat Rp9,53 triliun, dengan ekuitas Rp10,61 triliun dan rasio kecukupan modal atau CAR sebesar 29,39%. Posisi itu dinilai memberi ruang bagi BWS untuk terus memperkuat bisnis secara sehat, selektif, dan prudent.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang transformasi bisnis BWS pasca-RUPST, kami mengulas empat fokus utama perseroan: pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas, penguatan dana murah (CASA), penjagaan kualitas aset melalui manajemen risiko, serta percepatan layanan digital banking. Kami juga menyoroti bahwa arah ini ditujukan untuk memperkuat eksekusi strategi secara prudent dan berkelanjutan di tengah tantangan industri, dengan permodalan yang tetap terjaga.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.