BWS fokus genjot dana murah dan kredit berkualitas usai perombakan manajemen

BWS fokus genjot dana murah dan kredit berkualitas usai perombakan manajemen
Fokus dana murah BWS

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk menegaskan arah transformasi bisnis setelah perseroan memperkuat susunan manajemen melalui RUPST di Jakarta. Bank ini menempatkan pertumbuhan kredit selektif, penguatan dana murah, kualitas aset, dan percepatan layanan digital sebagai empat prioritas utama di tengah tantangan industri perbankan.

Sorotan

  • BWS memprioritaskan pertumbuhan kredit selektif dan peningkatan kualitas debitur pasca-perombakan manajemen diumumkan dalam RUPST pada 27 Mei 2026.
  • Hingga Maret 2026, giro BWS tercatat Rp3,61 triliun dan tabungan Rp4,16 triliun sebagai bagian strategi perkuatan struktur pendanaan dan efisiensi biaya dana.
  • Perusahaan mempercepat layanan digital banking dan penguatan manajemen risiko guna menjaga kualitas aset serta membuka peluang peningkatan fee based income.

Prioritas strategi pasca-RUPST

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Direktur BWS Moon Sungwon mengatakan perubahan manajemen diharapkan memperkuat eksekusi strategi perseroan agar bisnis lebih terarah, prudent, dan berkelanjutan. Dalam public expose RUPST BWS di Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2026, ia menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk mendorong perbaikan kinerja setelah 2025 yang penuh tantangan.

Ke depan, perseroan memfokuskan strategi pada penguatan bisnis inti melalui pertumbuhan kredit yang selektif dan berkualitas. BWS menyatakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan fokus pada segmen yang memiliki prospek baik dan kualitas debitur yang solid.

Prioritas berikutnya adalah memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan current account saving account atau CASA. Hingga Maret 2026, giro BWS tercatat sebesar Rp3,61 triliun dan tabungan mencapai Rp4,16 triliun, yang menurut perseroan penting untuk mendukung efisiensi biaya dana dan likuiditas yang lebih sehat.

Dampak pada kualitas aset dan layanan digital

BWS juga menempatkan penjagaan kualitas aset dan penguatan manajemen risiko sebagai agenda utama. Perseroan menyatakan akan terus meningkatkan monitoring kredit, memperkuat proses analisa kredit, serta mengoptimalkan penyelesaian kredit bermasalah agar pertumbuhan bisnis tetap sehat tanpa mengorbankan kualitas portofolio.

Selain itu, bank mempercepat pengembangan layanan digital banking untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses nasabah. Digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat akuisisi dana murah serta membuka peluang peningkatan fee based income di tengah persaingan industri perbankan.

Dalam susunan manajemen baru yang telah disetujui pemegang saham pada RUPST yang digelar Selasa, 26 Mei 2026, Arief Budiman tetap menjabat Presiden Komisaris. Posisi Komisaris Independen diisi Ahmad Fajarprana, Tippy Joesoef, dan Yudi Permana, Kim Ki Joo menjabat Komisaris, sementara jajaran direksi dipimpin Han Chang Sik sebagai Presiden Direktur bersama Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan margin bunga yang membayangi kinerja PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk pada awal 2026, kami membahas penurunan pendapatan bunga bersih yang belum tertutup oleh efisiensi sehingga laba operasional hingga laba bersih melemah secara tahunan. Kami juga menyoroti bahwa perseroan tetap menjaga kualitas aset dan memperkuat manajemen risiko, dengan posisi permodalan yang relatif terjaga serta dukungan strategis dari induk usaha untuk tata kelola, permodalan, dan pengembangan teknologi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.