Industri fintech lending diproyeksikan mencatat kenaikan permintaan pembiayaan di tengah tekanan daya beli

Industri fintech lending diproyeksikan mencatat kenaikan permintaan pembiayaan di tengah tekanan daya beli
Permintaan fintech naik tajam

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ke 5,25% mendorong masyarakat mencari alternatif pinjaman di luar perbankan, termasuk melalui fintech peer to peer lending. Di tengah tekanan daya beli, kondisi ini membuka ruang pertumbuhan permintaan pembiayaan, tetapi juga meningkatkan perhatian pada kualitas pinjaman dan risiko gagal bayar.

Sorotan

  • Outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh 26,25% yoy menjadi Rp101,03 triliun per Maret 2026 menurut Otoritas Jasa Keuangan.
  • Tingkat kredit macet agregat (TWP90) industri fintech naik ke 4,52% per Maret 2026 dari 2,77% pada Maret 2025, meski sedikit membaik dari Februari 2026.
  • Amartha telah menyalurkan pembiayaan produktif senilai Rp46 triliun kepada 4 juta UMKM, menggabungkan teknologi AI dan pendampingan lapangan.

Proyeksi permintaan dan strategi mitigasi risiko

Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai fintech lending menjadi pilihan yang masuk akal bagi masyarakat saat ini ketika bunga bank ikut naik dan daya beli makin tertekan. Ia memperkirakan permintaan pembiayaan melalui pinjaman daring akan terus meningkat, dengan dua kemungkinan utama, yaitu kualitas pembiayaan membaik atau justru risiko gagal bayar ikut naik.

Nailul mengatakan platform fintech lending perlu lebih dulu memprioritaskan kualitas portofolio melalui verifikasi yang lebih baik, credit scoring yang lebih valid, serta penyaringan awal lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Menurut dia, pemanfaatan teknologi yang lebih canggih seharusnya dapat meningkatkan akurasi credit scoring dan mempercepat proses penyaringan melalui SLIK sehingga mitigasi risiko dapat dijalankan lebih optimal.

Dari sisi pelaku industri, PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha menerapkan strategi penggabungan teknologi berbasis Artificial Intelligence dan pendampingan tenaga lapangan. VP Public Relations Amartha Harumi Supit mengatakan pendekatan itu juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mitra UMKM dalam mengelola keuangan usaha, menggunakan pembayaran digital, dan melakukan investasi mikro.

Kondisi industri dan implikasi bagi pasar pembiayaan

Harumi menyebut langkah tersebut diarahkan agar UMKM akar rumput dapat tumbuh lebih tangguh menghadapi risiko bisnis. Secara akumulatif, Amartha telah menyalurkan pembiayaan produktif senilai Rp46 triliun kepada 4 juta UMKM di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp101,03 triliun per Maret 2026, tumbuh 26,25% secara year on year. Pada saat yang sama, tingkat risiko kredit macet agregat atau TWP90 industri berada di 4,52% per Maret 2026, lebih tinggi dibandingkan 2,77% pada Maret 2025, tetapi sedikit membaik dari 4,54% pada Februari 2026.

Data tersebut menunjukkan industri masih mencatat ekspansi pembiayaan yang kuat, meski tekanan pada kualitas kredit tetap menjadi faktor yang diawasi. Bagi pelaku fintech lending, pertumbuhan permintaan pada 2026 berpotensi membuka peluang bisnis baru, namun keberlanjutan kinerja akan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga kualitas penyaluran dan menekan pembiayaan bermasalah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang dugaan fraud KPR di BTN, kami mengulas bagaimana praktik pinjam nama dan pemalsuan dokumen dapat memicu kenaikan kredit bermasalah serta menekan profitabilitas bank lewat pencadangan dan proses penyelesaian yang panjang. Kami juga menyoroti pentingnya penguatan verifikasi, credit scoring, serta kontrol internal dan tata kelola untuk menutup celah kecurangan dan menjaga kualitas kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.