Zurich Life sebut volatilitas pasar modal menekan kinerja unitlink saham
Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan masih tinggi pada awal Juni, menambah tekanan pada produk unitlink berbasis saham di industri asuransi jiwa. Zurich Life menilai pergerakan jangka pendek nilai unit tetap mengikuti pasar, tetapi prospek hingga akhir tahun masih terbuka jika sentimen membaik dan stabilitas ekonomi terjaga.
Sorotan
- Zurich Life mencatat volatilitas pasar modal menekan kinerja unitlink saham, dengan strategi mitigasi lewat diversifikasi dan pemilihan saham fundamental kuat.
- Berdasarkan data Infovesta hingga April 2026, rata-rata return unitlink saham terkoreksi 4,75%, campuran turun 3,62%, pendapatan tetap turun 0,97%, sementara pasar uang naik 1,04%.
- Kondisi pasar yang bergejolak mendorong industri asuransi jiwa untuk memperkuat strategi selektif alokasi aset dan menyesuaikan produk sesuai profil risiko nasabah.
Strategi pengelolaan unitlink di tengah fluktuasi pasar
Kepada KONTAN, Director Investment and Risk Management Zurich Life Santy Gui mengatakan kondisi pasar modal yang bergejolak menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan kinerja unitlink saham. Ia menyatakan nilai unit dalam jangka pendek dapat naik turun mengikuti pasar, namun produk ini pada dasarnya dirancang sebagai instrumen jangka panjang.Menurutnya, kinerja unitlink saham dalam horizon yang lebih panjang lebih ditentukan oleh fundamental perusahaan, horizon investasi, dan kondisi makroekonomi. Untuk mengelola risiko, Zurich Life menerapkan prinsip investasi yang hati-hati dan disiplin melalui diversifikasi ke berbagai sektor dan instrumen, pemilihan saham dengan fundamental kuat, serta penyesuaian komposisi portofolio sesuai kondisi pasar.
Santy juga memandang peluang pertumbuhan return unitlink berbasis saham hingga akhir tahun tetap terbuka. Peluang itu, menurut dia, bergantung pada perbaikan sentimen pasar, stabilitas ekonomi, dan meredanya ketegangan geopolitik, meski sejumlah ketidakpastian masih dapat menjaga volatilitas pasar saham pada level tinggi.
Dampak bagi pilihan produk dan industri asuransi jiwa
Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, Santy menilai secara historis unitlink berbasis pasar uang cenderung bergerak lebih stabil dibandingkan unitlink saham, pendapatan tetap, maupun campuran. Karena itu, pemilihan jenis unitlink perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing nasabah.Berdasarkan data Infovesta secara year to date hingga April 2026, rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam sebesar 4,75%. Kinerja unitlink campuran juga melemah dengan kontraksi rata-rata 3,62%, sementara unitlink pendapatan tetap turun 0,97%. Hanya unitlink berbasis pasar uang yang masih mencatatkan return positif, dengan rata-rata 1,04% per April 2026.
Data tersebut menunjukkan tekanan pasar modal masih membentuk perbedaan kinerja yang tajam antarjenis unitlink. Bagi pelaku industri asuransi jiwa, kondisi ini menjaga relevansi strategi alokasi aset yang lebih selektif dan penawaran produk yang sesuai dengan toleransi risiko nasabah.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah dan dampaknya pada asuransi kesehatan, kami menyoroti bahwa depresiasi kurs dapat menaikkan biaya layanan medis karena ketergantungan tinggi pada komponen impor, mulai dari obat hingga alat kesehatan. Kenaikan biaya ini berpotensi memicu inflasi medis dan mendorong lonjakan tagihan klaim, sehingga perusahaan asuransi perlu memperkuat manajemen klaim, mengendalikan biaya, dan meninjau desain produk agar bisnis tetap berkelanjutan.
Berita ETF Terbaru
- Forex
- Crypto