IHSG pekan ini bergantung pada stabilitas rupiah dan arus asing
Pergerakan IHSG pada pekan ini dinilai ditopang oleh kemampuan otoritas moneter menjaga rupiah dan memulihkan keyakinan investor global setelah tekanan pasar pada akhir pekan lalu. Arah indeks juga dipengaruhi keluarnya dana asing dari pasar saham domestik dan perhatian pelaku pasar terhadap keputusan Federal Reserve serta perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Sorotan
- IHSG ditutup di level 6.127 pada 29 Mei 2026, turun 0,52 persen secara mingguan, akibat tekanan arus keluar dana asing.
- Investor asing mencatat arus modal keluar sebesar Rp19,4 triliun sepanjang Mei 2026, memperburuk koreksi pada pasar saham domestik.
- Harga minyak Brent dan WTI masing-masing turun sekitar 17 persen dan 17,14 persen dalam sebulan, merespons prospek gencatan senjata di Timur Tengah.
Faktor utama penggerak pasar pekan ini
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, analis ekuitas PT Indo Premier Sekuritas David Kurniawan menilai pelemahan IHSG dan keluarnya modal asing dari pasar saham dalam negeri dipicu kombinasi sentimen global dan domestik.Dari sisi global, pelaku pasar keuangan mencermati eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan antara U.S. dan Iran disebut mulai menunjukkan tanda mereda setelah muncul draf memorandum of understanding mengenai rencana gencatan senjata 60 hari yang masih menunggu keputusan Presiden Donald Trump.
David menyatakan sentimen tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap prospek perdamaian di kawasan dan mendorong koreksi harga minyak. Dalam satu bulan terakhir, harga minyak Brent turun sekitar 17 persen, sedangkan harga minyak WTI melemah 17,14 persen, menurut hasil risetnya tertanggal Selasa, 2 Juni 2026.
Tekanan arus keluar asing dan implikasinya
Berdasarkan data perdagangan per Jumat, 29 Mei 2026, IHSG ditutup di level 6.127 atau melemah sekitar 0,52 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Penurunan itu terjadi setelah pasar saham domestik berada dalam fase koreksi selama sekitar satu bulan terakhir.Selama periode tersebut, pasar reguler mencatat aksi pelepasan portofolio dalam skala besar. Arus modal keluar investor asing mencapai Rp19,4 triliun sepanjang Mei 2026, sehingga stabilitas nilai tukar rupiah dan pemulihan kepercayaan investor internasional menjadi penopang utama bagi arah IHSG dalam jangka pendek.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang volatilitas saham bank-bank besar pada awal Juni 2026, kami menyoroti meredanya tekanan jual setelah rebalancing indeks MSCI dan peluang penguatan rupiah yang dapat memicu kembalinya minat investor asing. Kami juga mencatat besarnya net sell asing pada BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, namun menilai fundamental kinerja perbankan masih solid sebagai penopang jika sentimen nilai tukar membaik.
- Forex
- Crypto