BSI perluas pembiayaan UMKM lewat jaringan 250.000 toko SRC di Indonesia

BSI perluas pembiayaan UMKM lewat jaringan 250.000 toko SRC di Indonesia
BSI perluas pembiayaan UMKM

Bank syariah memperluas penetrasi pembiayaan mikro ketika pelaku usaha kecil tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui kerja sama dengan Sampoerna Retail Community, PT Bank Syariah Indonesia Tbk menargetkan akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi jaringan toko kelontong di berbagai daerah.

Sorotan

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk bekerja sama dengan Sampoerna Retail Community untuk memperluas pembiayaan kepada lebih dari 250.000 toko kelontong SRC di seluruh Indonesia.
  • BSI telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp53,37 triliun ke lebih dari 350.000 UMKM binaan, termasuk melalui KUR dan BSI Usaha Mikro.
  • Kerja sama ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah, memperluas akses pasar UMKM, dan mendorong produktivitas lewat adopsi teknologi seperti AYO Toko dan digital payment.

Skema kerja sama dan cakupan pembiayaan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan Sampoerna Retail Community untuk mendorong penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro. Jaringan SRC saat ini mencakup lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia, didukung lebih dari 6.300 Mitra SRC dan terhubung melalui 10.000 Paguyuban SRC.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat ekosistem UMKM nasional melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dan mudah diakses. Dalam siaran pers pada Senin, 2 Juni 2026, ia menyatakan BSI siap mendukung pembiayaan sekitar 250.000 toko kelontong SRC agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi.

Saat ini BSI telah menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp53,37 triliun dengan lebih dari 350.000 UMKM binaan. Perseroan juga menyediakan berbagai layanan bagi segmen ini, termasuk pembiayaan KUR dan BSI Usaha Mikro.

Dampak bagi ekosistem ritel tradisional

BSI dan SRC menyatakan memiliki visi yang sama dalam memperkuat inklusi keuangan syariah melalui jaringan toko SRC di seluruh Indonesia. Selain memperluas akses pembiayaan, kerja sama ini juga ditujukan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, mengatakan perayaan 18 tahun SRC menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemberdayaan UMKM di Indonesia. Menurut dia, kolaborasi dengan BSI diharapkan memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dalam penyaluran pembiayaan syariah untuk memperluas akses pasar serta menghadirkan layanan yang relevan bagi toko kelontong.

SRC menambahkan pendampingan berkelanjutan tetap menjadi bagian dari model pengembangan usaha, mulai dari penataan toko yang lebih rapi, bersih, dan terang hingga adopsi teknologi seperti AYO Toko dan digital payment. Sinergi ini mencerminkan upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, sejalan dengan prioritas nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang transformasi ekonomi berbasis Pancasila yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, kami menyoroti dorongan pemerataan hasil pertumbuhan melalui penguatan koperasi dan ekonomi desa. Kami juga mencatat arah kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang lebih ketat agar pembangunan lebih mandiri dan berkelanjutan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.