Global Mediacom tawarkan obligasi dan sukuk ijarah PUB V tahap II 2026
Permintaan atas instrumen pendapatan tetap masih menarik bagi investor yang mencari arus kas berkala dengan risiko yang relatif terukur. PT Global Mediacom Tbk membuka Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 dengan kupon dan cicilan imbalan hingga 7,50% per tahun serta jadwal penawaran yang berlangsung mulai 2 Juni 2026.
Sorotan
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menawarkan obligasi dan sukuk ijarah PUB V Tahap II 2026 dengan tenor 3, 5, dan 7 tahun serta kupon 7,03%-7,50%.
- Obligasi dan sukuk ijarah memperoleh peringkat idAAA(cg) dan idAAA(cg)(sy) dari Pefindo, serta dijamin oleh Credit Guarantee & Investment Facility.
- Masa penawaran umum dimulai 2 Juni 2026, penjatahan 3 Juni 2026, pembayaran 4 Juni 2026, distribusi elektronik 5 Juni 2026, dan pencatatan 8 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
Rincian penawaran dan jadwal emisi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menawarkan obligasi dan sukuk ijarah dalam PUB V Tahap II Tahun 2026 dengan tiga pilihan tenor, masing-masing 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun. Tingkat kupon dan cicilan imbalan yang ditawarkan mencapai 7,03% per tahun untuk tenor 3 tahun, 7,32% per tahun untuk tenor 5 tahun, serta 7,50% per tahun untuk tenor 7 tahun.Perseroan menyertakan peringkat idAAA(cg) dari Pefindo untuk obligasi dan idAAA(cg)(sy) dari Pefindo untuk sukuk ijarah. Kedua instrumen itu juga dijamin melalui penanggungan dari Credit Guarantee & Investment Facility, yang menambah lapisan perlindungan bagi investor.
Masa penawaran umum berlangsung pada 2 Juni 2026, diikuti tanggal penjatahan pada 3 Juni 2026 dan pembayaran dari investor pada 4 Juni 2026. Distribusi obligasi dan sukuk ijarah secara elektronik dijadwalkan pada 5 Juni 2026, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia berlangsung pada 8 Juni 2026.
Daya tarik bagi pasar pendapatan tetap
Penawaran ini menempatkan Global Mediacom di segmen pasar surat utang korporasi yang masih diminati karena menawarkan kombinasi imbal hasil berkala, tenor beragam, dan profil kredit tinggi. Kehadiran instrumen syariah bersama obligasi konvensional juga memperluas basis investor yang dapat dijangkau emiten.Bagi pasar modal Indonesia, emisi ini menambah pilihan investasi untuk investor yang memburu pendapatan tetap di tengah kebutuhan diversifikasi portofolio. Struktur tenor yang berbeda memberi ruang bagi investor untuk menyesuaikan horizon investasi dengan target imbal hasil dan kebutuhan likuiditas masing-masing.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pergerakan suku bunga simpanan perbankan per April 2026, kami mencatat penurunan bunga simpanan rupiah masih terbatas dan tidak merata antar kelompok bank, sementara bunga simpanan valas tetap relatif tinggi. Kami juga menyoroti bagaimana kompetisi penghimpunan dana dan dinamika likuiditas dapat menahan penurunan cost of fund dalam jangka pendek, sehingga lingkungan suku bunga tetap menjadi faktor penting bagi keputusan investor.
Berita Mergers Terbaru
- Forex
- Crypto