IHSG menguat 1,11 persen ke 6.195, ditopang saham energi dan keuangan

IHSG menguat 1,11 persen ke 6.195, ditopang saham energi dan keuangan
IHSG naik berkat energi

Perdagangan saham di Jakarta berakhir positif pada Selasa, 2 Juni 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 68,05 poin ke level 6.195,43. Kenaikan ini terjadi saat nilai transaksi mencapai Rp25,3 triliun, meski jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibanding saham yang menguat.

Sorotan

  • IHSG menguat 1,11 persen ke 6.195 pada penutupan, didorong sektor energi, keuangan, infrastruktur, dan bahan baku.
  • LQ45 naik 1,33 persen ke 619, IDX30 menguat 0,58 persen ke 349, sementara JII turun 1,19 persen ke 377.
  • Saham BEER naik 34,94 persen ke Rp112, NZIA naik 34,85 persen ke Rp178, sedangkan TRUE turun 15 persen ke Rp85.

Kinerja indeks dan sektor pada penutupan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, penguatan IHSG pada sesi terakhir perdagangan ditopang sektor energi, keuangan, infrastruktur, dan bahan baku. Pada penutupan pasar, tercatat 295 saham menguat, 407 saham melemah, dan 254 saham stagnan, dengan volume perdagangan mencapai 26,4 miliar saham.

Di kelompok indeks utama, LQ45 naik 1,33 persen ke 619, IDX30 menguat 0,58 persen ke 349, dan MNC36 bertambah 0,22 persen ke 270. Sementara itu, indeks JII bergerak berlawanan arah dengan turun 1,19 persen ke 377.

Selain sektor-sektor yang menopang kenaikan indeks, sejumlah sektor lain berada di zona merah, yakni konsumer non siklikal, konsumer siklikal, properti, industri, teknologi, transportasi, dan kesehatan.

Pergerakan saham unggulan dan tekanan pasar

Saham-saham dengan kenaikan terbesar dipimpin PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang melonjak 34,94 persen ke Rp112, diikuti PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik 34,85 persen ke Rp178, serta PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang menguat 34,07 persen ke Rp122.

Di sisi pelemahan, PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) turun 15 persen ke Rp85, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melemah 14,81 persen ke Rp1.495, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) merosot 14,80 persen ke Rp835. Komposisi ini menunjukkan penguatan indeks masih berlangsung di tengah tekanan yang cukup luas pada sejumlah saham dan sektor lain.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pergerakan IHSG yang dipengaruhi arus keluar dana asing, kami membahas bagaimana stabilitas rupiah dan pemulihan kepercayaan investor global menjadi faktor penting bagi arah indeks. Ulasan tersebut juga menyoroti perhatian pasar pada keputusan The Fed serta perkembangan geopolitik Timur Tengah yang ikut menekan sentimen dan memengaruhi pergerakan sektor-sektor di bursa.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.