WTI terkoreksi setelah reli karena trader ambil untung di tengah sinyal de-eskalasi

WTI terkoreksi setelah reli karena trader ambil untung di tengah sinyal de-eskalasi
USCRUDE

​Setelah lonjakan tajam di awal pekan, WTI bergerak turun dan kini diperdagangkan di sekitar $91 per barel. Investor mulai mengambil keuntungan setelah muncul laporan kemungkinan kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah. 

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Dalam 24 jam terakhir, harga turun sekitar 1%, mengoreksi sebagian dari lonjakan lebih dari 8% yang tercatat sehari sebelumnya.

Premi geopolitik tetap ada, tapi pasar lebih berhati-hati

Meski terjadi koreksi, premi geopolitik yang signifikan masih tercermin dalam harga. Risiko pengiriman melalui Selat Hormuz dan ketidakpastian seputar negosiasi AS-Iran terus menopang pasar minyak. Namun, para trader kini lebih merespons kemungkinan normalisasi secara bertahap daripada potensi gangguan pasokan, sehingga membatasi potensi kenaikan lebih lanjut.

Tekanan dari sisi permintaan kembali jadi fokus

Seiring meredanya sentimen panik, investor kembali memperhatikan faktor fundamental. Lembaga analisis utama menyoroti tanda-tanda melambatnya permintaan minyak global, khususnya di Tiongkok dan Eropa. Dinamika konsumsi yang lemah tetap menjadi alasan utama harga lebih rendah pasca gejolak energi musim semi. Beberapa proyeksi juga memperkirakan peningkatan pasokan secara bertahap pada paruh kedua tahun ini, yang turut membatasi potensi kenaikan harga berkelanjutan.

Prospek jangka pendek

Sekara teknikal, pasar masih berada dalam fase koreksi setelah reli tajam. Selama WTI bertahan di atas level psikologis $90, risiko geopolitik tetap memberikan dukungan. Namun, jika muncul sinyal positif lanjutan terkait negosiasi AS-Iran, harga bisa menguji kisaran $88–86. 

Reli baru kemungkinan membutuhkan eskalasi konflik atau tanda jelas penurunan pasokan minyak global, seperti disebutkan dalam WTI rebounds after correction, but downside risks remain. Untuk saat ini, keseimbangan jangka pendek telah bergeser dari kekhawatiran kekurangan pasokan ke ekspektasi de-eskalasi bertahap, yang menjelaskan penurunan harga saat ini.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.