Pembiayaan kendaraan multifinance naik seiring penjualan mobil menguat di Indonesia

Pembiayaan kendaraan multifinance naik seiring penjualan mobil menguat di Indonesia
Pembiayaan mobil naik pesat

Pertumbuhan penjualan kendaraan mendorong penyaluran pembiayaan kendaraan oleh industri multifinance di tengah kebutuhan mobil masyarakat yang masih meningkat. Per April 2026, pembiayaan kendaraan roda empat dan mobil pengangkutan mencapai Rp 290,97 triliun, atau tumbuh 1,67% secara tahunan dan menyumbang lebih dari separuh total pembiayaan multifinance.

Sorotan

  • Penyaluran pembiayaan kendaraan oleh multifinance mencapai Rp 290,97 triliun per April 2026, mengambil porsi 53,47% dari total pembiayaan industri.
  • Penjualan mobil wholesales April 2026 naik 55% yoy menjadi 80.776 unit, dengan pertumbuhan kumulatif Januari–April 2026 sebesar 12,5% yoy menurut GAIKINDO.
  • Total piutang pembiayaan multifinance tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 514,65 triliun per April 2026, didorong peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 10,64% yoy.

Pembiayaan kendaraan dan tren penjualan April 2026

KONTAN melaporkan, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat dan mobil pengangkutan oleh multifinance mencapai Rp 290,97 triliun per April 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan kenaikan penjualan kendaraan turut berdampak positif terhadap kinerja pembiayaan kendaraan oleh industri multifinance.

Menurut OJK, pembiayaan kendaraan mengambil porsi 53,47% dari total penyaluran pembiayaan industri multifinance per April 2026. Agusman menjelaskan peningkatan penjualan mobil didorong oleh naiknya kebutuhan kendaraan masyarakat, meski pertumbuhannya masih perlu penguatan di tengah dinamika perekonomian.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, GAIKINDO, menunjukkan penjualan wholesales pada April 2026 naik 55% secara tahunan menjadi 80.776 unit. Sepanjang Januari hingga April 2026, penjualan mobil secara keseluruhan juga meningkat 12,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Prospek industri dan implikasi bagi multifinance

OJK menilai pembiayaan kendaraan multifinance masih memiliki prospek pertumbuhan positif pada 2026. Perusahaan multifinance juga didorong mengoptimalkan segmen kendaraan baru dan bekas pada tahun ini untuk mengerek kinerja, antara lain melalui perluasan jaringan dan penjagaan kualitas pembiayaan.

Berdasarkan data OJK, total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,65 triliun per April 2026, tumbuh 2,08% secara tahunan. Kinerja itu ditopang terutama oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 10,64% secara tahunan, menunjukkan permintaan pembiayaan di industri ini masih terjaga di sejumlah segmen.

Pembiayaan kendaraan listrik di industri multifinance pada 2026 yang sebelumnya kami soroti masih mencatat pertumbuhan, meski penundaan insentif pembelian dari pemerintah berpotensi menahan permintaan. OJK mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp 23,39 triliun per April 2026 atau naik 32,05% secara tahunan, dengan prospek tetap positif seiring penguatan ekosistem dan meningkatnya minat pada kendaraan ramah lingkungan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.