Samir perkuat pendanaan dan seleksi peminjam untuk menjaga laba

Samir perkuat pendanaan dan seleksi peminjam untuk menjaga laba
Samir perkuat pendanaan & seleksi

PT Sahabat Mikro Fintek terus menjaga pertumbuhan profitabilitas di tengah dinamika industri pinjaman daring di Indonesia. Perusahaan menekankan penguatan sumber pendanaan dari lender dan pemeliharaan kualitas peminjam sebagai dua tumpuan utama untuk menopang penyaluran kredit dan laba.

Sorotan

  • Samir memperkuat kerja sama pendanaan dengan tiga bank—Superbank, Bank Neo Commerce, dan Bank Sahabat Sampoerna—untuk menjaga suplai kredit.
  • Perusahaan fokus memperketat seleksi peminjam, menekankan kualitas kredit guna memastikan kelancaran pembayaran dan pertumbuhan laba meski besaran kenaikan laba belum dirinci.
  • OJK melaporkan laba industri pindar per April 2026 naik 71,43% menjadi Rp0,96 triliun dari Rp0,56 triliun, didorong ketersediaan dana dan kualitas portofolio pinjaman.

Strategi pendanaan dan kualitas kredit

KONTAN Indonesia melaporkan, Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan perusahaan terus mencari calon investment baru atau lender karena sumber dana penyaluran pinjaman berasal dari pemberi dana. Menurut dia, kerja sama dengan institusi keuangan, khususnya perbankan, menjadi langkah penting agar perusahaan tetap dapat menyalurkan kredit kepada masyarakat.

Hingga saat ini, Samir telah bekerja sama dengan tiga bank sebagai lender, yakni Superbank, Bank Neo Commerce (BNC), dan Bank Sahabat Sampoerna. Di saat yang sama, perusahaan juga berfokus menjaga kualitas peminjam dengan memastikan pembiayaan diberikan kepada nasabah yang memiliki kemampuan dan kemauan membayar kewajibannya.

Handy menilai kualitas proses seleksi peminjam sejak awal berpengaruh langsung terhadap kelancaran pembayaran pinjaman pada tahap berikutnya. Jika peminjam memenuhi kewajibannya dengan baik, kondisi itu mendukung pertumbuhan laba perusahaan, meski Samir belum merinci besaran kenaikan labanya.

Dorongan industri pindar dan implikasinya

Ke depan, Samir menyatakan akan terus menjalankan strategi memperkuat kerja sama pendanaan sekaligus menjaga kualitas peminjam untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan profitabilitas secara berkelanjutan. Pendekatan itu mencerminkan fokus pelaku pindar pada keseimbangan antara ekspansi penyaluran dan pengendalian risiko kredit.

Di tingkat industri, Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba pindar per April 2026 meningkat menjadi Rp0,96 triliun, naik 71,43% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp0,56 triliun. Kenaikan laba industri itu menunjukkan profitabilitas sektor masih bertumbuh, namun tetap bergantung pada ketersediaan pendanaan dan kualitas portofolio pinjaman.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan rasio wanprestasi (TWP90) industri pinjaman daring, kami mencatat tekanan risiko kredit mendorong pelaku usaha memperketat manajemen risiko saat TWP90 mendekati ambang regulator. PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menyebut rasio TWP90-nya tetap di bawah 2% berkat penguatan credit scoring, pengetatan kriteria peminjam, serta kerja sama asuransi untuk mitigasi gagal bayar. Temuan ini memberi konteks pada fokus pendanaan dan kualitas kredit yang kini kembali ditekankan perusahaan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.