Samir jaga rasio TWP90 di bawah 2% saat risiko kredit pindar meningkat
Kenaikan rasio wanprestasi lebih dari 90 hari di industri pinjaman daring menekan pelaku usaha untuk memperketat pengelolaan risiko pada April 2026. Di tengah rasio TWP90 industri yang mencapai 4,62% dan mendekati ambang batas 5% dari regulator, PT Sahabat Mikro Fintek menyatakan kualitas pembiayaannya masih bertahan di level aman.
Sorotan
- Rasio TWP90 PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) tetap terjaga di bawah 2%, lebih rendah dari batas aman OJK meski risiko kredit pindar meningkat.
- Samir memperkuat credit scoring serta menetapkan syarat ketat seperti usia minimal 19 tahun dan penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan untuk calon peminjam.
- Perusahaan menggandeng asuransi guna memperkuat mitigasi risiko gagal bayar dan mengikuti dorongan regulator untuk meningkatkan perlindungan industri pinjaman daring.
Strategi seleksi peminjam dan mitigasi risiko
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek, Handy Juniandri, menilai kenaikan TWP90 industri tidak terlepas dari tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat. Ia mengatakan daya beli yang masih tertekan membuat sebagian masyarakat lebih memprioritaskan kebutuhan primer, sehingga kemampuan membayar pinjaman ikut terdampak.Handy menyebut sebagian kenaikan TWP90 juga didorong oleh produk produktif di industri pindar. Meski demikian, ia mengungkapkan rasio TWP90 Samir saat ini masih berada di bawah level 2%, atau tetap di bawah batas aman yang ditetapkan OJK.
Untuk menjaga kualitas pembiayaan, perusahaan menerapkan sejumlah kriteria dalam proses seleksi peminjam. Samir menetapkan usia minimal peminjam 19 tahun, mewajibkan penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan, serta memastikan calon peminjam tidak mengambil pinjaman dari banyak platform pindar lain.
Perusahaan juga memperkuat credit scoring sebagai strategi utama untuk menghadapi potensi kenaikan risiko kredit di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, Samir bekerja sama dengan perusahaan asuransi sebagai penyelenggara pengalihan risiko, sejalan dengan dorongan regulator agar industri memiliki perlindungan yang lebih kuat terhadap risiko gagal bayar.
Dampak bagi industri pindar dan kehati-hatian penyaluran
Menurut Handy, perbaikan perlu dilakukan dari sisi eksternal maupun internal. Dari sisi eksternal, perusahaan mendorong mitigasi risiko melalui kerja sama dengan asuransi, sedangkan dari sisi internal dilakukan lewat penguatan credit scoring dan pengawasan proses pembiayaan secara menyeluruh.Ia tetap optimistis kualitas pembiayaan industri dapat terjaga selama pelaku usaha konsisten memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pinjaman. Handy juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif menggunakan layanan pinjaman online dan hanya memanfaatkan layanan pindar yang memiliki izin resmi dari OJK.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek pembiayaan fasilitas dana tunai di industri multifinance hingga akhir 2026, kami mencatat OJK menilai permintaan likuiditas jangka pendek masih menopang pertumbuhan portofolio, dengan nilai fasilitas dana tunai disebut mencapai Rp 38,10 triliun. Meski prospeknya positif, regulator menekankan penerapan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas pembiayaan, serta memperkuat perlindungan konsumen agar risiko—termasuk potensi kenaikan kredit bermasalah saat daya beli tertekan—tetap terkendali.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto