International Islamic Expo 2026 bidik transaksi Rp 115 miliar di Jakarta
Pertumbuhan wisata muslim dan perjalanan ibadah mendorong penyelenggara International Islamic Expo 2026 menaikkan target pengunjung dan nilai transaksi pada penyelenggaraan tahun ini. Pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 26-28 Juni 2026 itu menargetkan 25.000 pengunjung, lebih tinggi dari realisasi sekitar 22.000 pengunjung dan transaksi Rp 103 miliar pada tahun lalu.
Sorotan
- PT Aliya Kreasindo menargetkan potensi transaksi Rp 115 miliar pada International Islamic Expo 2026, dengan 45% peserta berasal dari mancanegara.
- Penghimpunan zakat pada Ramadan naik 25% menjadi lebih dari Rp 1 triliun, dan transaksi qurban tumbuh 34% mencapai sekitar Rp 600 miliar.
- Aset PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencapai Rp 460 triliun per Maret 2026, naik dari Rp 456 triliun di 2025, dengan pertumbuhan tabungan haji 24,3% secara tahunan.
Target pameran dan dukungan industri halal
KONTAN melaporkan, PT Aliya Kreasindo menetapkan target potensi transaksi Rp 115 miliar pada International Islamic Expo 2026 seiring naiknya partisipasi pelaku industri halal dari dalam dan luar negeri. Direktur Utama PT Aliya Kreasindo, Mutia Andriastuti, mengatakan pameran tahun ini diikuti sekitar 119 peserta, dengan sekitar 45% berasal dari mancanegara.Optimisme penyelenggara juga didorong oleh tren pertumbuhan industri wisata muslim dan perjalanan ibadah yang tetap berlanjut. Kenaikan target tersebut menunjukkan penyelenggara melihat ruang ekspansi baik dari sisi jumlah pengunjung maupun aktivitas bisnis selama pameran berlangsung.
Dampak bagi ekosistem syariah nasional
Senior Vice President Islamic Ecosystem Group PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Rima Dwi Permatasari, menilai prospek ekosistem halal nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurut dia, sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi syariah tetap tumbuh positif, termasuk penghimpunan zakat pada Ramadan tahun lalu yang naik 25% menjadi lebih dari Rp 1 triliun dan transaksi qurban yang meningkat 34% menjadi sekitar Rp 600 miliar.Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk juga mencerminkan tren tersebut. Hingga Maret 2026, aset BSI mencapai sekitar Rp 460 triliun, naik dari posisi akhir 2025 sebesar Rp 456 triliun, sementara jumlah rekening tabungan haji mencapai 7,26 juta rekening atau tumbuh 24,3% secara tahunan.
Dari ekosistem haji, sekitar 83% atau sekitar 169.000 jamaah haji Indonesia berangkat melalui BSI. Pada segmen umrah, sekitar 84% dari total 1,6 juta jamaah umrah Indonesia tercatat menggunakan layanan BSI, memperkuat posisi bank berkode BRIS itu dalam pembiayaan dan layanan ekosistem ibadah nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang perlambatan permintaan pembiayaan emas di perbankan syariah pada kuartal II-2026, kami mengulas bagaimana pelemahan rupiah dan koreksi harga emas membuat nasabah lebih berhati-hati. Meski begitu, sejumlah bank syariah seperti BSN, BJB Syariah, dan BCA Syariah tetap mencatat pertumbuhan dan mempertahankan target ekspansi hingga akhir 2026, dengan strategi penguatan ekosistem serta kanal digital dan promosi.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto